Max Verstappen adalah seorang pragmatis. Meskipun ia membenci arah teknis yang diambil F1 untuk tahun 2026, ia adalah orang pertama yang akan memastikan bahwa mobil bertenaga Ford miliknya tetap menjadi yang tercepat di lintasan.
Kekhawatiran utama Verstappen terletak pada hilangnya esensi balapan akibat mobil yang terlalu berat dan sistem active aero yang dianggap tidak alami. Namun, keberhasilannya menemukan "titik terang" dalam pengembangan internal Red Bull menunjukkan bahwa tim pimpinan Christian Horner tersebut mungkin telah menemukan solusi cerdas untuk memitigasi kekurangan regulasi tersebut.
Apa yang Membuat Verstappen Tetap Yakin?
- Kekuatan Sasis: Keyakinan bahwa tim desain di bawah Pierre WachΓ© tetap mampu memproduksi mobil dengan mechanical grip terbaik.
- Kemitraan Ford: Akses ke sumber daya baterai dan teknologi elektrik raksasa Amerika tersebut mulai menunjukkan hasil dalam stabilitas power delivery.
- Mentalitas Pemenang: Keinginan untuk membuktikan bahwa ia bisa menang di era mesin apapun, sekalipun ia tidak menyukai aturannya.
Bagi dunia F1, pesan dari kamp Verstappen sudah jelas: Jangan remehkan Red Bull. Meskipun mereka membangun mesin dari nol, keberadaan pembalap dengan kaliber Max yang terlibat aktif dalam pengembangan adalah aset yang tidak dimiliki pabrikan baru lainnya seperti Audi.




