Mercedes tidak ingin membuang waktu dalam membuktikan dominasi teknologi mesin baru mereka di tahun 2026. Dengan meluncurkan upgrade besar di seri ketiga musim ini di Australia, mereka mengirimkan pesan jelas kepada para pesaingnya.
Berbeda dengan era sebelumnya, regulasi 2026 sangat bergantung pada bagaimana tenaga listrik sebesar 350kW dikelola sepanjang satu putaran. Laporan dari Brixworth (markas mesin Mercedes) menunjukkan bahwa pemetaan baru ini akan memungkinkan pembalap menggunakan tenaga elektrik lebih lama di lintasan lurus tanpa mengalami fenomena clipping (kehabisan tenaga sebelum ujung lintasan). Ini akan menjadi keuntungan krusial di zona DRS Albert Park yang kini semakin cepat.
Detail Peningkatan Mesin Mercedes:
- Optimalisasi ERS: Algoritma baru untuk pengisian baterai yang lebih cepat saat pengereman di tikungan sempit Melbourne.
- Kemitraan Bahan Bakar: Integrasi lebih dalam dengan bahan baka berkelanjutan 100% milik Petronas untuk meminimalkan gejala knocking pada mesin pembakaran dalam.
- Keuntungan Pelanggan: Tim seperti McLaren diprediksi akan mendapatkan keuntungan waktu lap sekitar 0.15 - 0.2 detik per putaran dengan pemetaan baru ini.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi politik untuk mempertahankan kesetiaan tim pelanggan. Dengan performa yang solid sejak awal, Mercedes berharap McLaren dan Williams tidak tergoda untuk melirik tawaran dari pabrikan baru seperti Audi atau Red Bull-Ford di masa depan.
Bagi Lewis Hamilton di Ferrari atau Max Verstappen di Red Bull, berita ini adalah peringatan bahwa "Silver Arrows" mungkin telah menemukan celah regulasi yang membuat unit daya mereka kembali menjadi standar emas di grid Formula 1 tahun 2026.




