Menjelang dimulainya era baru Formula 1 pada tahun 2026, Red Bull Racing akhirnya mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa yang akan mendampingi Max Verstappen di tengah badai internal yang melanda tim.
Keputusan mempromosikan Isack Hadjar adalah langkah berani yang menunjukkan bahwa Dr. Helmut Marko masih memegang kendali atas kebijakan pembalap muda mereka. Hadjar, yang tampil impresif di musim 2025 bersama Racing Bulls, dianggap memiliki profil yang lebih cocok untuk menghadapi tekanan sebagai rekan setim Verstappen dibandingkan opsi lainnya. Sementara itu, cerita emosional datang dari Liam Lawson yang secara jujur menceritakan bagaimana Verstappen adalah orang pertama yang mendukungnya secara personal saat ia didepak secara brutal dari tim utama hanya setelah dua balapan di awal 2025.
Susunan Pembalap Grup Red Bull 2026:
- Oracle Red Bull Racing: Max Verstappen & Isack Hadjar
- Visa Cash App RB (VCARB): Liam Lawson & Arvid Lindblad
- Pembalap Cadangan: Yuki Tsunoda (Resmi berpindah peran menjadi Test & Reserve Driver)
Namun, tantangan terbesar Red Bull di 2026 mungkin bukan pada pembalap, melainkan stabilitas teknis. Kehilangan Craig Skinner menyusul Adrian Newey menjadi sinyal merah bagi performa mobil RB22 mendatang. Dengan regulasi mesin Ford-Red Bull Powertrains yang belum teruji, Verstappen secara terbuka menyatakan kekhawatirannya mengenai "manajemen" mesin yang mungkin akan membuatnya tidak menikmati balapan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bagi para penggemar, musim 2026 akan menjadi ujian sejati: apakah sistem akademi Red Bull masih mampu mencetak bintang yang setara dengan Verstappen, ataukah kepergian otak-otak teknis akan mengakhiri dominasi tim asal Milton Keynes tersebut?




