Setelah bertahun-tahun tanpa pembaruan fitur besar, Snapseed akhirnya bangkit kembali. Laporan terbaru dari 9to5Google pada Februari 2026 mengungkapkan bahwa Google secara resmi meluncurkan fitur kamera internal (in-app camera) untuk Snapseed di platform iOS. Langkah ini mengubah Snapseed dari sekadar aplikasi penyuntingan pasca-produksi menjadi alat fotografi hulu-ke-hilir yang menantang dominasi aplikasi kamera manual pihak ketiga di iPhone.
Kontrol Manual dan Integrasi RAW
Fitur kamera baru ini tidak hanya sekadar penambahan tombol rana sederhana. Google menyematkan kontrol manual penuh yang mencakup pengaturan ISO, shutter speed, white balance, dan fokus manual. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk mengambil foto dalam format ProRAW atau DNG RAW secara langsung, yang kemudian secara otomatis terbuka di modul penyuntingan RAW Snapseed yang terkenal kuat.
Secara teknis, integrasi ini memangkas alur kerja (workflow) fotografer seluler secara signifikan. Pengguna tidak lagi perlu memotret dengan aplikasi kamera bawaan lalu mengimpornya secara manual ke Snapseed. Dengan memotret langsung di dalam aplikasi, Snapseed dapat menerapkan profil koreksi lensa secara real-time berdasarkan metadata kamera iPhone yang sangat spesifik. Selain itu, fitur "Live Filter" memungkinkan pengguna melihat pratinjau efek dramatis Snapseed—seperti HDR Scape atau Grainy Film—sebelum menekan tombol rana.
Strategi Google di Ekosistem iOS
Peluncuran fitur ini eksklusif untuk iPhone mengindikasikan strategi Google untuk tetap relevan di ekosistem fotografi seluler premium. Meskipun Google memiliki aplikasi Google Photos yang lebih fokus pada AI dan penyimpanan awan, Snapseed tetap dipertahankan sebagai alat presisi bagi para antusias. Pembaruan ini memberikan napas baru bagi aplikasi yang sempat dianggap "terlantar" ini, membuktikan bahwa Google masih melihat potensi besar dalam komunitas fotografer yang menginginkan kontrol manual total atas karya mereka.




