Industri gim horor Indonesia akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang Pulau Jawa. Laporan dari Kaori Nusantara menyoroti peluncuran "Konon: The Ritual", sebuah gim horor bertahan hidup (survival horror) garapan pengembang lokal Devata Game Production. Gim ini menawarkan penyegaran yang sangat dibutuhkan dengan meninggalkan trope rumah hantu dan pocong, beralih ke kegelapan hutan hujan Kalimantan yang menyimpan entitas mistis kuno yang jarang terekspos.
Atmosfer Klaustrofobik Hutan Tropis
Fokus utama dari *Konon* adalah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber ketakutan utama. Berbeda dengan koridor sempit bangunan tua, hutan Kalimantan menawarkan teror keterbukaan di mana bahaya bisa datang dari segala arah 360 derajat. Penggunaan audio spasial (3D Sound) menjadi sangat krusial di sini, memaksa pemain untuk benar-benar mendengarkan suara ranting patah atau desis napas di antara pepohonan rimbun.
Secara mekanik, gim ini memperkenalkan fitur "Breath Control" (Kontrol Pernapasan). Pemain tidak hanya harus bersembunyi secara visual, tetapi juga menahan napas karakter saat entitas mendekat. Kegagalan mengatur ritme napas akan memicu deteksi instan—sebuah mekanik yang meningkatkan ketegangan psikologis secara signifikan dibandingkan sekadar lari dan sembunyi.
Eksplorasi Budaya Nusantara
Kehadiran *Konon* menandai kedewasaan narasi pengembang lokal yang mulai percaya diri mengangkat folklore spesifik daerah luar Jawa. Dengan elemen ritual adat yang kental dan desain hantu yang berakar pada kepercayaan lokal Borneo, gim ini berpotensi menjadi sarana pelestarian budaya digital yang efektif, sekaligus komoditas ekspor yang eksotis bagi pasar gim horor global yang selalu haus akan hal baru.



