PAN dan PKB Kompak Dukung Prabowo di 2029, Golkar Sudah Duluan
Baca dalam 60 detik
- PAN menegaskan dukungan resmi untuk Prabowo Subianto sebagai capres 2029 telah diputuskan dalam Rakernas 2025, bukan sikap baru.
- PKB menyatakan dukungan penuh karena menilai program strategis pemerintah terealisasi, sementara Golkar lebih dulu mengusung Prabowo tanpa menyiapkan cawapres.
- Poros koalisi pendukung Prabowo menguat, tetapi partai-partai yang masih wait and see menjadi penentu arah kontestasi lima tahunan mendatang.

Dukungan terhadap pencalonan kembali Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 terus mengalir dari partai-partai Koalisi Indonesia Maju. Setelah Golkar, giliran Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara terbuka menyatakan sikap politiknya, menandai babak baru konsolidasi kekuatan menjelang kontestasi lima tahunan tersebut.
Dewan Pimpinan Pusat PAN menegaskan bahwa dukungan untuk Prabowo bukanlah keputusan dadakan. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan bahwa Ketua Umum Zulkifli Hasan telah menyampaikan sikap resmi partai dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN 2025. "Sikap itu sudah dinyatakan resmi oleh Ketua Umum PAN, Bang Zulkifli Hasan di Rakernas PAN tahun 2025 lalu," ujar Viva saat dihubungi, Senin (12/10).
Menurut Viva, posisi PAN sudah jelas dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia justru menyoroti partai-partai yang masih ragu-ragu. "Justru yang harus ditanya itu kepada partai-partai yang masih mengambang, masih berhitung, masih wait and see," tegasnya. Soal calon wakil presiden, PAN memilih menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo sebagai capres.
Sementara itu, PKB memberikan dukungan dengan nada lebih lantang. Wakil Ketua Umum PKB, Faisol Reza, menilai Prabowo layak melanjutkan kepemimpinannya. "PKB mendukung 100 persen atau bahkan 1.000 persen pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai capres 2029, karena memang beliau sangat layak kembali memimpin Indonesia untuk dua periode," kata Faisol, dikutip dari detik.com, Senin (12/10).
Alasan PKB berpijak pada capaian program strategis yang dinilai sudah terasa di lapangan, seperti makan bergizi gratis, koperasi desa merah putih, dan sekolah rakyat. Faisol berharap Prabowo tidak ragu terhadap dukungan masyarakat. "Jangan sampai beliau berpikiran rakyat sudah tidak mendukung. Padahal, rakyat mendukung beliau untuk maju kembali memimpin Indonesia. Baik diutarakan secara langsung maupun melalui partai politik," imbuhnya.
Sebelumnya, Golkar melalui Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia telah menyatakan posisi serupa. "Standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10). Namun, Golkar belum menetapkan cawapres. Doli beralasan penentuan cawapres biasanya dilakukan menjelang pendaftaran pasangan calon. "Kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya? Pertama, waktu itu saya jelaskan, untuk penetapan atau penentuan penetapan calon wakil presiden itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang, pendaftaran capres dan cawapres," jelasnya.
Langkah tiga partai besar ini memperkuat poros pendukung Prabowo, meski Pilpres 2029 masih terbilang jauh. Dukungan yang mengalir sejak dini bisa dibaca sebagai upaya mengunci koalisi dan meredam dinamika internal. Namun, sejumlah partai lain masih belum menentukan sikap, dan merekalah yang akan menentukan apakah Prabowo akan kembali melaju tanpa hambatan berarti atau menghadapi peta politik yang lebih kompleks.
Pertanyaannya, apakah soliditas koalisi ini akan bertahan hingga pendaftaran resmi, atau justru menjadi celah bagi munculnya penantang alternatif yang mampu menarik partai-partai wait and see ke dalam barisan oposisi?



