Tonali Kuasai Lini Tengah, Tottenham Tahan Manchester United di Old Trafford
Baca dalam 60 detik
- Tottenham bermain imbang 1-1 melawan Manchester United setelah Dominic Solanke menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu, meski Rodrigo Bentancur dikartu merah.
- Sandro Tonali tampil dominan dengan 78 sentuhan, memenangkan empat duel, dan enam pemulihan bola, sementara Bruno Fernandes kesulitan berkontribusi.
- Hasil ini belum mengangkat Spurs dari posisi 18, tetapi mentalitas bangkit menjadi sinyal positif di tengah transisi di bawah Roberto De Zerbi.

Manchester United gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dan harus puas berbagi angka dengan Tottenham Hotspur dalam laga yang berakhir 1-1 di Old Trafford. Gol Bryan Mbeumo di babak pertama tampaknya akan menjadi penentu, tetapi Dominic Solanke muncul sebagai penyelamat di menit-menit akhir, menyundul bola masuk setelah Rodrigo Bentancur dikeluarkan karena benturan kepala dengan Luke Shaw.
Hasil ini menjadi langkah maju bagi Tottenham yang masih mencari konsistensi di Premier League. Meski bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak kedua, tim asuhan Roberto De Zerbi menunjukkan daya juang yang jarang terlihat pada musim-musim sebelumnya. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga menciptakan peluang dan akhirnya memaksa United menyerah.
Di balik hasil imbang ini, penampilan Sandro Tonali menjadi sorotan utama. Gelandang asal Italia itu direkrut dari Newcastle United dengan harga 100 juta poundsterling pada musim panas lalu dan sempat diragukan. Namun, di Old Trafford, ia membuktikan kualitasnya dengan mengendalikan tempo permainan, memenangkan empat duel, enam pemulihan bola, dan mencatatkan 78 sentuhan sepanjang 90 menit. Tonali tampil lebih dominan dibandingkan Bruno Fernandes, yang hanya melakukan dua kontribusi defensif dan tidak melakukan satu pun tekel.
Kemenangan mentalitas Tottenham juga mendapat pujian dari Darren Bent dan Jamie Redknapp yang menyebut Spurs bermain sebagai tim, mengendalikan permainan, dan bangkit setelah tertinggal. Namun, De Zerbi menyadari bahwa timnya masih belum konsisten. Saat ini, Tottenham berada di peringkat 18 dan belum meraih kemenangan. Meski demikian, penampilan melawan United menunjukkan potensi yang bisa digali lebih dalam.
"Ini adalah langkah positif, tetapi kami masih harus terus bekerja keras. Para pemain menunjukkan karakter dan saya bangga dengan mereka," ujar De Zerbi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Bagi Manchester United, hasil ini menambah tekanan pada manajer Michael Carrick. Bruno Fernandes, yang merupakan Pemain Terbaik Premier League versi PFA tahun lalu, kembali tampil di bawah performa terbaiknya. Ia memang akurat dalam umpan silang, tetapi kesulitan menembus lini tengah Tottenham yang digalang Tonali dan Bentancur sebelum kartu merah.
Dari kacamata taktik, De Zerbi tampaknya mulai menemukan formula yang tepat untuk memanfaatkan kedalaman skuadnya. Meski masih terseok-seok, ada tanda-tanda bahwa proyek senilai 300 juta poundsterling ini mulai menyatu. Tonali, yang sebelumnya hidup di bawah bayang-bayang Bruno Guimaraes di Newcastle, kini menjadi pusat permainan Spurs. Jika ia terus meningkatkan ketajaman umpan dan konsistensi, bukan tidak mungkin Tottenham akan segera keluar dari zona degradasi.
Pertanyaannya, apakah performa ini bisa dipertahankan? Spurs akan menghadapi jadwal berat dalam beberapa pekan ke depan. Jika mentalitas dan kualitas individu seperti yang ditunjukkan Tonali dapat dijaga, bukan mustahil mereka akan mengejutkan banyak pihak. Namun, jika kembali inkonsisten, hasil imbang di Old Trafford hanya akan menjadi catatan kecil dalam musim yang penuh gejolak.



