Aston Villa dan Fulham Berebut Pavlidis: Striker 14 Gol dengan Klausul Rp1,7 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa dan Fulham dikabarkan membuka negosiasi untuk merekrut penyerang Benfica, Vangelis Pavlidis, yang sedang dalam performa terbaik.
- Pavlidis telah mencetak 14 gol dari 13 penampilan di semua kompetisi musim ini, memicu minat dari Barcelona, Juventus, dan Tottenham.
- Klausul rilis €100 juta menjadi penghalang utama, sementara Villa dan Fulham masih tertahan di papan bawah klasemen.

Dua klub Liga Premier yang sedang terpuruk, Aston Villa dan Fulham, dilaporkan tengah bersaing untuk mendatangkan penyerang Benfica, Vangelis Pavlidis. Menurut laporan Caught Offside, kedua klub telah menjadikan pemain internasional Yunani itu sebagai target utama untuk memperkuat lini depan mereka pada jendela transfer berikutnya.
Villa dan Fulham memang membutuhkan tambahan daya gedor. Hingga pekan kelima, Villa baru mengoleksi lima poin dan terbenam di peringkat 16, sedangkan Fulham lebih memprihatinkan dengan dua poin dari hasil imbang melawan Manchester United dan Liverpool, menempatkan mereka di posisi 19. Manajer Villa, Unai Emery, menghadapi tantangan berat setelah kehilangan sejumlah pemain kunci pada musim panas, termasuk Ollie Watkins yang hengkang setelah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub di Liga Premier dengan 91 gol.
Sebagai pengganti Watkins, Villa mendatangkan Nicolas Jackson dari Chelsea. Pemain asal Senegal itu sudah mencetak satu gol dalam kemenangan 3-2 atas Tottenham Hotspur sebelum jeda internasional. Meski demikian, manajemen NSWE dilaporkan masih ingin menambah opsi di lini serang. Sementara itu, Fulham memiliki masalah lebih akut: duet penyerang mereka, Gonzalo Garcia dan Rodrigo Muniz, baru mengoleksi satu gol di Liga Premier musim ini.
Pavlidis bukan nama baru di bursa transfer. Penampilannya yang tajam bersama Benfica membuat sejumlah klub elite Eropa seperti Barcelona dan Juventus juga dikabarkan memantau situasinya. Namun, harga yang tertera dalam klausul rilisnya—€100 juta—menjadi tembok tebal bagi klub-klub yang ingin merekrutnya, terutama di tengah tekanan finansial Liga Premier.
"Saya terlalu cepat menilai Pavlidis. Sekarang saya sadar dia jauh lebih baik dari yang saya kira. Jauh, jauh lebih baik dari Luis Suarez," tulis jurnalis Neal Gardner melalui akun media sosialnya.
Penilaian senada datang dari pengamat sepak bola Como, Ben Mattinson, yang menyebut Pavlidis sebagai penyerang "kelas atas". Meski begitu, Pavlidis gagal mencetak gol dalam empat pertandingan bersama Yunani selama jeda internasional, sebuah catatan yang mungkin sedikit mencoreng performa impresifnya di level klub.
Bagi Villa, kebutuhan akan striker sebenarnya tidak terlalu mendesak setelah kedatangan Jackson. Namun, ambisi Emery untuk kembali bersaing di papan atas membuat manajemen terus mencari peluang. Di sisi lain, Fulham jelas lebih membutuhkan sosok seperti Pavlidis. Dengan lini depan yang tumpul, pelatih Alvaro Arbeloa disebut sangat menginginkan penyerang baru yang bisa langsung berkontribusi.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah Benfica bersedia melepas asetnya di tengah musim. Klub Portugal itu sedang dalam performa kuat dan tidak memiliki tekanan finansial untuk menjual. Kecuali ada klub yang berani membayar klausul rilis, Pavlidis kemungkinan besar akan bertahan setidaknya hingga akhir musim.
Jika transfer ini terwujud, dampaknya tidak hanya terasa di Liga Premier. Klub-klub Eropa lain yang memantau Pavlidis, termasuk Barcelona dan Juventus, mungkin akan mempercepat langkah mereka. Sebaliknya, kegagalan mendatangkan striker baru bisa memperpanjang penderitaan Villa dan Fulham di papan bawah. Akankah salah satu dari mereka berani menebus klausul Rp1,7 triliun itu, atau justru memilih opsi yang lebih murah?



