Farke Didesak Coret Okafor, Bukan Trafford, Jelang Duel Leeds vs Man United
Baca dalam 60 detik
- Leeds United menelan kekalahan perdana di Premier League musim ini setelah takluk 1-2 dari Arsenal di Emirates Stadium.
- Noah Okafor tampil buruk dengan kehilangan bola 12 kali dari 30 sentuhan dan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran atau peluang tercipta.
- Daniel Farke diharapkan mencoret Okafor dari starting XI saat menjamu Manchester United di Elland Road akhir pekan depan.

Leeds United harus mengakui keunggulan Arsenal 1-2 pada laga pekan kelima Premier League di Emirates Stadium, Sabtu (20/9). Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi tim asuhan Daniel Farke di kompetisi domestik musim ini, sekaligus mengungkap celah performa individu yang perlu segera dibenahi sebelum menghadapi Manchester United di Elland Road.
Leeds sempat unggul lebih dulu melalui James Justin yang memanfaatkan umpan silang Gabriel Gudmundsson. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Riccardo Calafiori menyamakan kedudukan, sebelum Bruno Guimaraes mencetak gol kemenangan Arsenal dengan penyelesaian apik ke sudut bawah gawang. Kekalahan ini menempatkan Leeds pada posisi yang rawan, mengingat jadwal berat menanti, termasuk derby melawan Manchester United.
Kiper James Trafford menjadi sorotan karena gagal mengantisipasi tendangan Calafiori yang menyusup ke gawangnya. Meski demikian, penampilan Trafford secara keseluruhan tidak seburuk yang dibayangkan. Ia mencatat empat penyelamatan dan mencegah 0,96 expected goals (xG), meski kebobolan dua gol. Kesalahan pada gol pertama memang tidak bisa diabaikan, tetapi gol kedua Guimaraes nyaris mustahil dihentikan. Trafford juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menjaga Leeds tetap dalam pertandingan.
Justru pemain sayap Noah Okafor yang tampil paling mengecewakan. Bermain sebagai gelandang serang kiri dalam formasi yang menempatkan Anton Stach di sisi kanan dan Dominic Calvert-Lewin sebagai ujung tombak, Okafor tidak memberikan kontribusi berarti. Ia kehilangan bola 12 kali dari 30 sentuhan, atau setiap 2,5 sentuhan. Ia juga tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran atau peluang tercipta selama 71 menit sebelum ditarik keluar.
Kegagalan Okafor tidak hanya terlihat saat menguasai bola. Dalam duel, ia kalah lima kali di darat dan dua kali di udara, menandakan bahwa pemain Arsenal dengan mudah melewatinya. Kontribusinya di fase bertahan pun minim, sehingga lini tengah Leeds kerap kali terekspos. Padahal, musim lalu ia mencetak delapan gol dan satu assist di Premier League, tetapi performa tersebut belum muncul di musim ini.
"Farke harus mencoret Okafor untuk laga melawan Manchester United. Ia tidak melakukan cukup banyak di Emirates untuk mempertahankan tempatnya," tulis analis Football FanCast.
Keputusan Farke untuk tetap memainkan Okafor di starting XI menuai kritik. Dengan kualitas yang dimiliki, Okafor seharusnya bisa menjadi pembeda, tetapi konsistensinya di level Premier League masih dipertanyakan. Menghadapi Manchester United yang dikenal memiliki lini tengah agresif, kehadiran pemain yang lebih solid dan disiplin seperti Jack Harrison atau Crysencio Summerville bisa menjadi alternatif yang lebih baik.
Leeds saat ini berada di posisi yang tidak nyaman. Kekalahan dari Arsenal membuat mereka tertahan di papan tengah, dan tekanan semakin besar menjelang derby melawan Manchester United. Farke dituntut untuk segera melakukan evaluasi, terutama dalam memilih personel di lini serang. Jika Okafor kembali tampil di bawah standar, bukan tidak mungkin posisinya akan tergeser oleh pemain lain yang lebih haus kesempatan.
Pertanyaannya, apakah Farke akan mengambil langkah tegas dengan mencoret Okafor, atau tetap memberinya kepercayaan? Keputusan ini akan sangat menentukan arah Leeds United dalam menghadapi salah satu laga paling bergengsi di Inggris.



