Manchester United vs Tottenham: Carrick dan De Zerbi di Ujung Tanduk, Peluang Shea Lacey Jadi Kejutan
Baca dalam 60 detik
- Duel Manchester United kontra Tottenham di Old Trafford menjadi penentu nasib Michael Carrick dan Roberto De Zerbi yang sama-sama terpuruk di awal musim.
- Rekor buruk United melawan Spurs dalam sembilan pertemuan terakhir menambah tekanan, sementara lini depan Setan Merah tumpul dengan hanya tiga gol liga dari trio penyerang.
- Pelatih berpeluang memberi kesempatan kepada winger muda Shea Lacey yang telah dipuji Bruno Fernandes, sebagai opsi segar di lini serang.

Manchester United akan menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada Sabtu sore, dan pertandingan ini bisa menjadi titik balik atau justru mempercepat tekanan bagi dua pelatih yang sedang berada di bawah sorotan: Michael Carrick dan Roberto De Zerbi. Keduanya datang dengan catatan buruk, menjadikan laga ini krusial bagi masa depan mereka di kursi kepelatihan.
De Zerbi, yang sempat dikaitkan dengan kursi pelatih United, kini melihat timnya terpuruk di dasar klasemen Premier League tanpa satu pun kemenangan musim ini. Sementara Carrick menghadapi awal terburuk United di liga, menyamai rekor terburuk klub. Kemenangan menjadi harga mati bagi keduanya, terutama bagi Carrick yang mulai diragukan.
Rekor pertemuan United melawan Tottenham memang memprihatinkan. Dalam sembilan laga terakhir di semua kompetisi, Setan Merah hanya menang sekali. Musim lalu, United kalah empat kali dari Spurs, termasuk di final Liga Europa. Namun, ada secercah harapan: musim ini United sempat menahan imbang Spurs di kandang lawan dan menang di Old Trafford berkat gol Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes.
Masalah utama United saat ini adalah ketumpulan lini depan dan kerapuhan pertahanan. Carrick juga dihantam badai cedera: Patrick Dorgu absen beberapa pekan, Noussair Mazraoui juga cedera. Kobbie Mainoo dan Marcus Rashford diperkirakan kembali setelah pulih, sementara rekrutan mahal Carlos Baleba bisa debut. Namun, lini serang tetap menjadi teka-teki: Amad dan Sesko kemungkinan tidak menjadi starter, memaksa Carrick mengandalkan trio Rashford, Mbeumo, dan Matheus Cunha yang baru mencetak tiga gol liga.
Di tengah keterbatasan itu, Carrick mungkin perlu mencari solusi segar. Kembali ke formula musim lalu dengan Mbeumo sebagai penyerang tengah dan Cunha di sayap kiri bisa menjadi opsi, dengan Amad di sayap kanan jika fit. Namun, jika Amad belum siap, ada Shea Lacey, winger muda yang memiliki karakteristik mirip: mungil, lincah, dan gemar menusuk dari sisi kanan untuk melepaskan tembakan dengan kaki kiri.
Lacey mencuri perhatian pada start pertamanya untuk tim senior melawan Brighton di Carabao Cup. Meski sempat dikartu merah di FA Cup melawan tim yang sama, ia bangkit dengan mencetak gol pembuka dan tampil impresif. Kemampuannya melewati lawan dan menciptakan peluang di sepertiga akhir membuatnya dijuluki sebagai penerus akademi United, terutama setelah saga JJ Gabriel.
"Shea datang dengan mentalitas berbeda musim ini, terutama dalam bertahan. Itu hal pertama yang saya katakan padanya. Kemampuan teknisnya tidak pernah diragukan, dia pemain luar biasa. Saya selalu bercanda dengannya karena saya melatihnya saat mengambil lisensi kepelatihan ketika dia berusia 14 tahun," ujar Bruno Fernandes.
Pujian dari kapten tim menjadi modal berharga bagi Lacey. Namun, ia masih membutuhkan kepercayaan dari Carrick untuk tampil di laga sebesar ini. Dengan Amad yang belum mencapai kondisi terbaik, memberi kesempatan kepada Lacey bisa menjadi langkah berani yang membawa energi baru bagi lini serang United yang selama ini terlihat kaku.
Pertanyaan besarnya: apakah Carrick berani mengambil risiko dengan memainkan Lacey sejak awal, atau ia akan bertahan dengan formasi yang ada? Keputusan ini tidak hanya menentukan hasil melawan Tottenham, tetapi juga arah musim United dan masa depan Carrick sendiri.



