Maverick Vinales: Setiap Malam Saya Pikirkan Masa Depan, Belum Menyerah
Baca dalam 60 detik
- Maverick Vinales mengaku belum menyerah untuk tetap berlaga di MotoGP meski kontraknya bersama KTM tidak diperpanjang untuk 2027.
- Pebalap Spanyol itu menolak opsi menjadi test rider karena merasa masih mampu berkompetisi di level tertinggi.
- Situasi Vinales menjadi sorotan menjelang MotoGP Indonesia di Mandalika, dengan rumor kepindahan ke Ducati yang telah dibantah.

Maverick Vinales tidak akan memperkuat tim mana pun di grid MotoGP 2027. Kepastian itu muncul setelah negosiasi kontraknya dengan KTM menemui jalan buntu, meninggalkan luka bagi pebalap berusia 32 tahun tersebut. Namun, Vinales menegaskan bahwa dirinya belum menutup pintu untuk tetap berkompetisi di kelas premier, meski harus melewati periode penuh ketidakpastian.
Dalam sesi jumpa pers menjelang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Vinales mengungkapkan bahwa setiap malam ia merenungkan langkah kariernya. "Saya harus memikirkan semuanya dengan hati-hati; saya tidak tahu apakah saya siap," ujarnya kepada media, termasuk Motorsport.com. "Jauh di lubuk hati, saya belum menyerah. Saya harus mempertimbangkan apakah bisa melakukan hal seperti itu [menjadi test rider]. Itu punya pro dan kontra."
Pebalap yang telah mengoleksi 10 kemenangan grand prix itu menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah tetap membalap, bukan beralih ke peran penguji. "Saya masih ingin menjadi pebalap. Ini sulit. Aneh, tapi saya perlu memikirkannya dengan serius," tambahnya. Vinales juga tidak tertarik mengikuti jejak sejumlah pebalap yang kehilangan kursi MotoGP dan beralih ke World Superbike Championship.
Keputusan KTM untuk tidak memperpanjang kontrak Vinales meninggalkan rasa tidak puas. Pebalap asal Spanyol itu merasa diperlakukan kurang baik selama proses negosiasi. Meski demikian, ia memilih untuk tidak terjebak dalam kekecewaan dan justru memanfaatkan waktu luangnya untuk memulihkan kondisi fisik. Cedera yang dialaminya di Grand Prix Jerman lebih dari setahun lalu membuatnya absen panjang, dan ia baru kembali berlaga di Grand Prix Jepang akhir pekan lalu.
"Saya masih merasa sangat segar karena dalam dua tahun terakhir saya tidak melakukan apa-apa. Saya punya banyak energi," tuturnya. "Jadi saya tidak yakin tentang apa pun, tentang masa depan saya." Vinales mengakui bahwa ia belum memiliki gambaran jelas tentang langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menjadi test rider. "Saya tidak yakin jika saya menjalani peran test [rider], saya akan merasa lengkap. Saya tidak tahu. Jadi saya perlu benar-benar memikirkan apa yang ingin saya lakukan," ujarnya.
"Saya berpikir setiap malam tentang apa yang ingin saya lakukan, bagaimana saya ingin mendekatinya, ke mana saya ingin pergi. Prioritas utama saya jelas: membalap di MotoGP, bukan menguji."
โ Maverick Vinales
Rumor yang berkembang di Italia menyebutkan bahwa Vinales mungkin akan menjadi test and reserve rider untuk Ducati musim depan. Namun, tim asal Borgo Panigale itu telah membantah kabar tersebut. Ketika ditanya tentang kemungkinan sulitnya kembali ke MotoGP jika ia memutuskan istirahat setahun penuh, Vinales menjawab, "Saya tidak tahu; saya tidak yakin. Saya belum siap berhenti menjadi pebalap."
Bagi publik Indonesia, kisah Vinales menjadi cermin kerasnya persaingan di MotoGP. Sirkuit Mandalika, yang menjadi tuan rumah Grand Prix Indonesia, sering menjadi panggung bagi pebalap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kehadiran Vinales di Mandalika tahun ini pun menjadi momen krusial untuk membuktikan bahwa ia masih layak bersaing, sekaligus menarik simpati penggemar tanah air yang berharap melihatnya kembali beraksi di musim-musim mendatang.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Vinales bertekad memanfaatkan setiap balapan untuk mengumpulkan data dan meyakinkan tim-tim bahwa usianya bukan penghalang. Ia menyadari bahwa keputusan besar harus diambil dengan kepala dingin. "Untuk pertama kalinya, mungkin saya akan bebas dan bisa berpikir dengan tenang. Saya perlu benar-benar memikirkan apa yang membuat saya bahagia, dan jika saya tidak membalap di MotoGP, bagaimana perasaan saya sepenuhnya," pungkasnya.
Pertanyaannya kini: akankah Vinales mampu menemukan kursi yang tepat, atau justru memilih jalur berbeda yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya? Yang jelas, ia tidak akan menyerah tanpa perlawanan.



