Patch 5.01 Witcher 3 Remastered: Atasi Bloom Berlebih, Kini Bisa Dimatikan
Baca dalam 60 detik
- CD Projekt Red merilis pembaruan 5.01 untuk The Witcher 3: Wild Hunt Remastered yang memperbaiki efek bloom yang dikeluhkan pemain.
- Pemain kini dapat menonaktifkan bloom, mengatur light shafts, dan depth of field, fitur yang sebelumnya eksklusif di PC.
- Patch ini juga meningkatkan performa di konsol dan memperbaiki dynamic resolution scaling di PC, sementara versi Switch 2 masih dalam pengembangan.

CD Projekt Red (CDPR) merilis patch 5.01 untuk The Witcher 3: Wild Hunt Remastered pada 9 Oktober, kurang dari dua pekan setelah peluncuran versi perbaikan tersebut. Pembaruan ini menjawab keluhan utama pemain mengenai efek bloom yang berlebihan, yang membuat tampilan lingkungan permainan terlihat pucat dan tidak alami.
Sejak awal, The Witcher 3 Remastered memang dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang lebih baik bagi penggemar setia. Namun, peningkatan grafis yang signifikan justru memunculkan masalah pada pencahayaan. Banyak pemain melaporkan bahwa efek bloom—yang seharusnya memperindah pencahayaan—malah membuat warna-warna tampak pudar. CDPR bergerak cepat dengan menghadirkan opsi untuk mematikan bloom sepenuhnya, serta menyesuaikan ray tracing, path tracing, pencahayaan karakter, dan tone mapping.
Menariknya, fitur kustomisasi seperti pengaturan light shafts dan depth of field yang sebelumnya hanya tersedia di PC kini bisa diakses oleh pemain konsol. Patch 5.01 juga membawa perbaikan performa berkat optimalisasi yang dilakukan, sehingga pengalaman bermain di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S menjadi lebih mulus. Di sisi PC, masalah dynamic resolution scaling juga telah diperbaiki.
Meski pembaruan ini membawa perbaikan yang dinanti, kolom komentar pada catatan patch masih dipenuhi laporan bug dan permintaan perubahan tambahan dari pemain. Hal ini wajar mengingat skala permainan yang sangat besar; bahkan bertahun-tahun setelah rilis awal, berbagai glitch kecil masih muncul. CDPR dipastikan akan mempertimbangkan umpan balik tersebut untuk patch berikutnya.
"Kami berkomitmen untuk terus menyempurnakan pengalaman bermain The Witcher 3 Remastered. Masukan dari komunitas adalah prioritas kami," ujar perwakilan CD Projekt Red dalam pernyataan resminya.
Bagi pasar Indonesia, pembaruan ini menjadi angin segar. Komunitas gamer Tanah Air yang besar, terutama pengguna PC dan konsol, sering kali menghadapi kendala optimasi pada game AAA. Kehadiran patch yang responsif menunjukkan bahwa pengembang internasional semakin memperhatikan kualitas di berbagai platform. Selain itu, dengan banyaknya pemain Indonesia yang memanfaatkan celah duplikasi untuk mendapatkan salinan gratis, patch ini diprediksi akan diunduh secara luas.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat CDPR merilis perbaikan lanjutan untuk sisa bug yang dilaporkan. Jika tren ini berlanjut, The Witcher 3 Remastered berpotensi menjadi contoh bagaimana dukungan pasca-rilis yang solid dapat mempertahankan loyalitas pemain di tengah persaingan game open-world yang semakin ketat.



