Crystal Harris Desak Jessica Biel Tolak Peran Istri Hugh Hefner di Film Playmates
Baca dalam 60 detik
- Crystal Harris meminta Jessica Biel mundur dari proyek film Playmates karena khawatir kisah Hugh Hefner kembali dibungkus nostalgia.
- Harris mengklaim mengalami kekerasan seksual, emosional, finansial, dan fisik selama menikah dengan pendiri Playboy itu.
- Film Playmates disutradarai Lorraine Nicholson, putri Jack Nicholson, dan mengangkat cerita fiksi tentang remaja 13 tahun di Playboy Mansion.

Mantan istri Hugh Hefner, Crystal Harris, secara terbuka meminta aktris Jessica Biel untuk mengurungkan niatnya memerankan istri fiktif pendiri Playboy tersebut dalam film terbaru berjudul Playmates. Permintaan itu disampaikan Harris melalui pesan langsung yang ia unggah ke publik, menyusul kabar bahwa Biel telah menandatangani kontrak untuk proyek tersebut.
Harris, yang menikah dengan Hefner pada 2012 hingga kematiannya pada 2017, menilai film itu berpotensi meromantisasi sosok Hefner dan dunia Playboy. Ia mengaku mengalami kekerasan seksual, emosional, finansial, dan fisik selama berada dalam hubungan tersebut. “Saya benar-benar istrinya, dan saya mengalami kekerasan dalam relasi ini,” tulis Harris dalam pesan yang ia bagikan, seraya menambahkan bahwa banyak perempuan lain juga telah melaporkan tuduhan pemerkosaan, pemaksaan, pembiusan, dan eksploitasi, termasuk kekhawatiran serius yang melibatkan anak di bawah umur.
Meski demikian, karakter yang akan diperankan Biel dipastikan sepenuhnya fiktif, menurut laporan Variety. Hefner sendiri semasa hidupnya pernah menikah dengan Mildred Williams dan Kimberley Conrad sebelum Harris. Film Playmates mengisahkan seorang gadis 13 tahun bernama Elle yang menganggap Playboy Mansion sebagai rumah keduanya. Di sana, ia berteman dengan calon Playmate bernama Anna, yang diperankan Lily-Rose Depp, yang tengah berjuang meraih gelar Playmate of the Month.
Lorraine Nicholson, yang menyutradarai Playmates, mengaku terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat tumbuh di lingkungan Playboy Mansion. Dalam esainya untuk Vanity Fair, ia menyebut Los Angeles sebagai “ibu kota kecemasan status dunia” dan mengenang Mansion sebagai “tempat yang paradoksal, begitu penuh kepolosan”. Ia juga mengaku sering berenang di grotto dan baru menyadari ada sisi lain kehidupan malam di tempat itu. Playmates akan menjadi debut penyutradaraan film panjangnya setelah sebelumnya menyutradarai film pendek Life Boat yang tayang di Festival Film Tribeca.
“Saya berharap semua yang terlibat dalam film ini meluangkan waktu mendengarkan para perempuan yang mengalaminya sebelum membantu Hollywood mengubahnya kembali menjadi nostalgia,” ujar Harris dalam pesannya.
Permintaan Harris ini menambah daftar panjang kritik terhadap warisan Playboy dan Hugh Hefner di industri hiburan. Sejumlah proyek sebelumnya, termasuk serial dokumenter dan film biografi, menghadapi tekanan serupa dari para penyintas. Di sisi lain, industri film terus menghadapi dilema antara kebebasan artistik dan tanggung jawab etis ketika mengangkat kisah yang menyentuh trauma nyata. Keputusan Biel untuk tetap atau mundur dari proyek ini akan menjadi sinyal bagaimana Hollywood menyeimbangkan keduanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jessica Biel maupun tim produksi Playmates terkait desakan Harris. Publik menantikan apakah proyek ini akan tetap berjalan dengan pendekatan yang lebih sensitif atau justru menghadapi gelombang protes serupa dari kelompok advokasi korban kekerasan seksual.



