Setelah Selamatkan Nyawa di Shanghai, Loek Hartog Terima Rolex dari Ollie Millroy
Baca dalam 60 detik
- Ollie Millroy terbang dari Dubai ke Amsterdam untuk memberi kejutan ulang tahun kepada Loek Hartog, pria yang menyelamatkan nyawanya dari kecelakaan mengerikan di Sirkuit Shanghai.
- Hadiah utama berupa jam tangan Rolex berukir pesan terima kasih menjadi simbol betapa berharganya waktu yang diberikan Hartog kepada Millroy.
- Kisah persahabatan keduanya menyita perhatian paddock balap dunia dan memicu seruan agar standar keselamatan pembalap dievaluasi.

Pembalap Porsche asal Belanda, Loek Hartog, menerima kejutan ulang tahun yang tak terduga dari Ollie Millroy, pria yang nyawanya ia selamatkan dari kobaran api di Sirkuit Internasional Shanghai sebulan sebelumnya. Millroy bersama istrinya, Fern, terbang diam-diam dari Dubai ke Amsterdam untuk bertemu Hartog dan rekannya, Wiep Foeken, dalam sebuah makan siang penuh keakraban pada Selasa (7/10/2025), sehari setelah Hartog berulang tahun.
Pertemuan itu menjadi momen pertama bagi keduanya untuk berbincang santai setelah insiden mengerikan di tikungan hairpin Shanghai pada 5 September lalu. Saat itu, Millroy menjadi korban tabrakan beruntun yang melibatkan dua mobil lain, dan Hartog tanpa ragu menariknya keluar dari bangkai mobil yang terbakar. Aksi heroik itu sempat menjadi sorotan media internasional dan menyita perhatian komunitas balap dunia.
Dalam pertemuan di Amsterdam, Millroy menyerahkan hadiah ulang tahun istimewa: sebuah jam tangan Rolex dengan ukiran pesan terima kasih. Hartog mengaku terkejut dan terharu. "Saya masih belum punya reaksi yang tepat ketika seseorang menyerahkan Rolex di depan saya. Ini hadiah yang sangat istimewa dan akan saya simpan selamanya," ujarnya melalui unggahan di media sosial.
"Pada 5 September, Ollie adalah orang yang nyaris tidak saya kenal. Kemarin kami duduk bersama di Amsterdam dan berbicara seperti sudah berteman bertahun-tahun. Hidup memang aneh, tapi kali ini dalam cara yang indah," tulis Hartog.
Millroy membalas dengan nada hangat, "Sangat menyenangkan bisa memberi kejutan. Ini hal terkecil yang bisa kami lakukan. Kisah kita baru saja dimulai, dan sekarang kami punya tanggung jawab untuk memastikan tidak ada dua pembalap yang harus bertemu dalam situasi serupa."
Kisah ini tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga menyoroti risiko besar yang dihadapi para pembalap di lintasan. Insiden di Shanghai menjadi pengingat bahwa meskipun regulasi keselamatan terus diperketat, balap motor masih menyimpan bahaya fatal. Beberapa pembalap GT terkemuka memberikan komentar dan emoji dukungan, menunjukkan solidaritas di paddock.
Di Indonesia, dunia balap nasional tengah berbenah. Sirkuit Internasional Mandalika di Lombok menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional, termasuk MotoGP dan World Superbike. Keselamatan pembalap menjadi perhatian utama, terutama setelah beberapa insiden di masa lalu. Kisah Hartog dan Millroy bisa menjadi cermin betapa pentingnya kesiapan tim medis, prosedur evakuasi, dan respons cepat sesama pembalap. Pembinaan pembalap muda Indonesia juga perlu menekankan aspek keselamatan dan solidaritas, bukan sekadar kecepatan.
Ke depan, Millroy dan Hartog berencana menjajaki kegiatan bersama untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan di balap. "Kami punya tugas sekarang," tegas Millroy. Sementara itu, Hartog menambahkan bahwa persahabatan mereka akan terus berlanjut. "Kami sudah seperti saudara," ujarnya. Publik pun menantikan langkah nyata dari keduanya, apakah akan menjadi duta keselamatan atau sekadar berbagi kisah inspiratif. Yang jelas, dari tragedi di Shanghai, lahir ikatan yang tak terduga dan hadiah yang mengingatkan bahwa waktu adalah anugerah paling berharga.



