Perang Hukum NASCAR Memanas: JGR Tuding Spire Coba Tutupi Pelanggaran Gabehart
Baca dalam 60 detik
- Joe Gibbs Racing mengajukan mosi penghinaan pengadilan terhadap Spire Motorsports dan Chris Gabehart atas dugaan pelanggaran perintah pembatasan.
- Spire menempatkan Gabehart pada cuti administratif setelah mosi diajukan, yang oleh JGR dianggap sebagai bukti pengakuan tidak langsung.
- JGR mengklaim memiliki bukti akses rahasia dagang melalui akun OneDrive yang tidak diungkap hingga September, sementara Spire berargumen tindakan Gabehart bukanlah rahasia dagang.

Joe Gibbs Racing (JGR) meningkatkan tekanan hukumnya terhadap Spire Motorsports dan mantan direktur kompetisinya, Chris Gabehart, dengan menuding langkah Spire menempatkan Gabehart pada cuti administratif sebagai bukti bahwa tim tersebut telah melanggar perintah pengadilan. Sengketa ini merupakan babak terbaru dari gugatan dan gugatan balik yang mencuat setelah Gabehart meninggalkan JGR pada akhir 2025 dan kemudian bergabung dengan Spire.
Dalam berkas jawaban yang diajukan Rabu, JGR menegaskan bahwa tindakan Spire—mulai dari menyita laptop Gabehart, memutus akses email perusahaan, menariknya dari rapat Cup Series, hingga memberhentikannya sementara—bukanlah wujud kepatuhan proaktif, melainkan upaya pengendalian kerusakan. Menurut JGR, langkah-langkah tersebut baru diambil setelah tekanan hukum meningkat, bukan karena kesadaran sukarela.
Inti perselisihan ini adalah perintah pengadilan yang melarang Gabehart memberikan layanan yang mirip dengan peran direktur kompetisi sebelumnya, serta mengakses atau menggunakan informasi kepemilikan dan rahasia dagang JGR. JGR menuduh Gabehart telah melanggar perintah tersebut berkali-kali sejak Maret, termasuk menghadiri rapat kompetisi Cup Series dan memberikan masukan teknis kepada pembalap Carson Hocevar melalui pesan teks.
"Klaim itikad baik para Tergugat juga tidak memadai. Bertentangan dengan pernyataan mereka, keputusan Spire untuk membatasi akses Gabehart bukanlah hasil kepatuhan proaktif, melainkan pengendalian kerusakan," demikian bunyi sebagian berkas JGR.
JGR juga mengungkap temuan baru dalam sidang terbuka pada 1 Oktober. Mereka mengklaim memiliki bukti bahwa Gabehart tetap memiliki akses ke rahasia dagang JGR melalui akun pribadi OneDrive yang tidak diungkap hingga 4 September. Akun tersebut, menurut JGR, telah disinkronkan dengan laptop Spire dan tetap dapat diakses berbulan-bulan setelah perintah pembatasan sementara (TRO) dikeluarkan.
"Penghinaan pengadilan diperlukan karena protokol tidak dapat membatalkan kerugian. Penghapusan hari ini tidak akan menghapus bulan-bulan di mana Gabehart memiliki akses ke materi JGR saat bekerja untuk Spire," tulis JGR dalam berkasnya.
Sementara itu, Spire Motorsports belum memberikan tanggapan resmi terkait cuti administratif atau tuduhan akses rahasia dagang tersebut. Namun, Spire sebelumnya berargumen bahwa tindakan Gabehart, seperti membahas tekanan ban atau menghadiri rapat, bukanlah contoh rahasia dagang. Mereka menyamakan kehadiran Gabehart di garasi Cup dengan perilaku eksekutif senior lain seperti Jeff Gordon dan Dave Alpern.
Spire juga menegaskan bahwa mereka tidak berkewajiban menarik Gabehart dari rapat, tetapi melakukannya demi kepatuhan berlebihan. Mereka menilai kompensasi tinggi Gabehart—yang disebut sebagai karyawan dengan bayaran tertinggi di Spire—tidak serta-merta membuktikan bahwa kontribusinya melanggar perintah.
Kasus ini menyoroti kompleksitas sengketa rahasia dagang di dunia motorsport, di mana batas antara pengetahuan teknis dan informasi kepemilikan sering kali kabur. JGR berpendapat bahwa pelanggaran sekecil apa pun sudah cukup untuk memicu penghinaan pengadilan, dan mereka mengklaim memiliki banyak bukti pelanggaran.
Ke depan, pengadilan akan memutuskan apakah Spire dan Gabehart terbukti menghina pengadilan. Jika terbukti, konsekuensinya bisa berupa sanksi finansial hingga tindakan paksa lainnya. Sementara itu, pertanyaan tentang seberapa jauh loyalitas dan kerahasiaan informasi di industri balap akan terus menjadi sorotan, terutama ketika seorang eksekutif berpindah ke tim rival.



