MotoGP Mandalika 2026: Marquez Belum Pernah Finis, Aprilia Siap Ambil Alih Puncak
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez datang ke Mandalika dengan rekor buruk: empat kali balapan, tak sekali pun finis pada hari Minggu.
- Aprilia diyakini akan memanfaatkan sirkuit Lombok untuk menekan Ducati, sementara Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan tipis dua poin.
- Jadwal balapan Minggu bergeser ke pukul 15.00 waktu setempat, bersamaan dengan sprint Sabtu, dan dapat disaksikan melalui layanan streaming resmi MotoGP.

Marc Marquez menjejakkan kaki di Sirkuit Mandalika dengan catatan yang tidak biasa: empat kali tampil di Indonesia, empat kali pula ia gagal menyelesaikan balapan hari Minggu. Rekor itu menjadi ujian tersendiri bagi juara dunia delapan kali tersebut, terlebih setelah ia baru saja menyapu bersih kemenangan ganda di Jepang bersama Ducati akhir pekan lalu.
Namun, tekanan justru datang dari kubu Aprilia. Pabrikan asal Noale itu diprediksi membawa amunisi baru ke Lombok, mengingat karakter trek Mandalika yang menuntut stabilitas pengereman dan traksi keluar tikungan—dua area di mana RS-GP musim ini tampil kompetitif. Marco Bezzecchi, yang musim lalu menjadi pembalap tercepat di sesi latihan, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk memutus dominasi Ducati. Sayangnya, insiden salah perhitungan saat pengereman membuat ia menabrak bagian belakang motor Marquez, merusak peluangnya sendiri sekaligus membuka jalan bagi Fermin Aldeguer dari Gresini untuk naik podium tertinggi.
Bagi Ducati, hasil di Mandalika tidak harus berupa kemenangan. Tim asal Bologna itu dikabarkan siap kehilangan 10–12 poin dalam perebutan gelar, asalkan tidak kehilangan kendali atas klasemen. Sebaliknya, Aprilia melihat balapan ini sebagai peluang emas untuk memperlebar jarak dari rival utama. Dengan hanya enam seri tersisa, Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas Marquez, sementara Bezzecchi tertinggal 49 poin di posisi ketiga. Di klasemen konstruktor, Aprilia dan Ducati sama-sama mengoleksi 469 poin—persaingan yang sangat ketat.
Perubahan jadwal menjadi sorotan tersendiri. Jika umumnya grand prix digelar pukul 14.00 waktu setempat, kali ini panitia menggeser start ke pukul 15.00. Konsekuensinya, balapan Minggu akan berlangsung pada jam yang sama dengan sprint hari Sabtu. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan kondisi cuaca dan suhu aspal Mandalika yang kerap berubah drastis menjelang sore.
"Mandalika selalu memberikan kejutan, baik dari sisi cuaca maupun karakter trek. Kami harus siap dengan segala skenario," ujar seorang engineer tim yang enggan disebut namanya.
Untuk pasar Indonesia, MotoGP menyediakan layanan streaming berlangganan bernama Video Pass dengan tarif 139,99 euro per tahun. Paket ini mencakup siaran langsung sesi latihan, kualifikasi, sprint, hingga highlight. Beberapa broadcaster lokal juga menyiarkan balapan melalui platform digital mereka, meski jadwal dan ketersediaannya bervariasi.
Mandalika bukan sekadar ajang balap bagi Indonesia. Sejak masuk kalender pada 2022, sirkuit ini menjadi magnet pariwisata dan ekonomi bagi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran ribuan penonton domestik dan mancanegara memberi dampak langsung pada sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal. Namun, tantangan tetap ada: infrastruktur akses menuju Lombok dan konsistensi promosi menjadi pekerjaan rumah bagi penyelenggara.
Dengan persaingan juara yang semakin ketat, pertanyaan besarnya: akankah Marquez akhirnya memecah kutukan Mandalika, atau justru Aprilia yang menegaskan dominasi di kandang sendiri? Jawabannya akan terlihat dalam 27 lap yang menentukan arah musim 2026.



