Amazon Pensiunkan Tablet Fire Setelah 15 Tahun, Ganti Lini Alexa yang Lebih Mahal
Baca dalam 60 detik
- Amazon menghentikan produksi tablet Fire dan beralih ke lini Alexa Tablet dengan asisten suara Alexa+ bawaan.
- Perangkat baru berjalan di Android, mendukung Google Play Store, dan dijual mulai 229,99 dolar AS hingga 499,99 dolar AS.
- Langkah ini menandai pergeseran strategi Amazon dari tablet murah ke perangkat yang lebih terintegrasi dengan ekosistem AI.

Amazon resmi mengakhiri perjalanan tablet Fire setelah 15 tahun. Raksasa e-commerce itu tidak lagi memproduksi unit dengan merek Fire dan menggantinya dengan lini Alexa Tablet yang dibanderol lebih mahal serta dilengkapi asisten suara Alexa+ bawaan. Keputusan ini menutup babak perangkat tablet murah yang sempat menjadi tulang punggung strategi perangkat keras Amazon sejak 2011.
Juru bicara Amazon mengatakan perusahaan akan tetap menjual stok Fire yang ada, tetapi tidak akan memproduksi unit baru dengan merek tersebut. Lini Alexa Tablet yang baru sudah tersedia untuk dibeli dan akan mulai dikirim pada 14 Oktober di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Perangkat ini menjalankan sistem operasi Android dari Google dan menyertakan akses ke Google Play Store—sebuah perubahan signifikan dari Fire OS yang sebelumnya berbasis Android namun tanpa layanan Google resmi.
Langkah ini bukan pertama kalinya Amazon meninggalkan merek Fire. Fire Phone, yang diluncurkan pada 2014, menjadi kegagalan besar dan kemudian disebut oleh pendiri Amazon Jeff Bezos sebagai "blip kecil". Kini, giliran tablet Fire yang menghadapi takdir serupa, meski bertahan jauh lebih lama. Amazon tampaknya ingin memosisikan ulang perangkat tabletnya bukan sekadar konsumsi media murah, melainkan sebagai pintu masuk ke ekosistem kecerdasan buatan berbasis suara.
Bagi konsumen Indonesia, perubahan ini bisa menjadi sinyal bahwa tablet murah dengan spesifikasi pas-pasan akan semakin terpinggirkan. Di pasar dalam negeri, tablet Fire memang tidak dijual resmi, tetapi produk-produk pesaing seperti Samsung Galaxy Tab A series, Xiaomi Pad, dan Advan masih mengandalkan harga di bawah 3 juta rupiah. Jika Amazon sukses menggeser persepsi bahwa tablet adalah perangkat AI, produsen lain mungkin akan mengikuti dengan menambahkan asisten digital dan menaikkan harga. Namun, daya beli masyarakat Indonesia yang masih rentan membuat strategi premium berisiko.
"Alexa Tablet adalah lini produk baru yang dibangun untuk masa depan—tidak mengubah pengalaman yang dimiliki pemilik tablet Fire saat ini. Fire tablet tetap produk tersendiri, didukung penuh, dengan pembaruan keamanan berkelanjutan. Pelanggan yang menyukai tablet Fire mereka dapat terus menggunakannya," ujar juru bicara Amazon.
Meski demikian, keputusan ini memunculkan pertanyaan tentang arah jangka panjang Amazon di pasar perangkat keras. Dengan harga yang lebih tinggi dan fitur AI yang lebih canggih, Alexa Tablet menyasar segmen yang berbeda—bukan lagi pengguna yang mencari perangkat murah untuk menonton video atau membaca buku. Amazon tampaknya ingin bersaing dengan iPad dan tablet Android premium lainnya, sembari memperkuat posisi Alexa sebagai asisten digital sehari-hari.
Ke depan, keberhasilan Alexa Tablet akan bergantung pada seberapa besar konsumen bersedia membayar lebih untuk integrasi AI. Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin Amazon akan memperluas lini ini ke lebih banyak negara, termasuk wilayah Asia Tenggara. Namun, jika gagal, Amazon bisa kembali mengulang kesalahan Fire Phone—kali ini dengan taruhan yang lebih besar di pasar tablet yang sudah matang.



