Andy Weir Kembali Perjuangkan Serial Star Trek, Manfaatkan Momentum Kesuksesan Project Hail Mary
Baca dalam 60 detik
- Penulis Andy Weir berharap kesuksesan film Project Hail Mary membuka jalan mewujudkan serial Star Trek impiannya.
- Ia pernah mengajukan pitch pada Maret lalu, namun ditolak; kini ia siap mencoba lagi seiring perubahan lanskap industri hiburan.
- Dua serial Star Trek akan berakhir pada 2027, meninggalkan kekosongan yang bisa menjadi peluang bagi Weir.

Penulis fiksi ilmiah Andy Weir tengah menikmati sorotan berkat adaptasi film novelnya, Project Hail Mary, yang dibintangi Ryan Gosling. Film tersebut sukses secara kritis dan komersial, bahkan mulai disebut-sebut dalam pembicaraan penghargaan. Kesuksesan ini mendorong Weir untuk kembali mengejar ambisi lamanya: membuat serial Star Trek.
Dalam wawancara dengan Inverse, Weir menolak mengungkap ide ceritanya karena ia ingin "mengajukan pitch itu lagi, dengan segala perubahan yang terjadi." Merger antara Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance yang baru saja rampung diprediksi akan mengubah peta rencana perusahaan. Star Trek sendiri sedang dalam masa transisi: dua serial yang tayang saat ini akan berakhir tahun depan, dan reboot film sedang dalam pengerjaan. Situasi ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Weir untuk mendapatkan lampu hijau.
Weir sebelumnya pernah mengajukan pitch serial Star Trek pada Maret lalu saat muncul di podcast Critical Drinker. Ia mengkritik keras era serial Paramount yang dipimpin produser eksekutif Alex Kurtzman, menyebutnya "buruk" dan melontarkan kata-kata pedas karena pitch-nya ditolak. Ia kemudian meminta maaf kepada Kurtzman melalui Facebook. Weir juga sempat mengungkap ide crossover Star Trek/Star Wars berjudul Star Star, dengan plot seperti Spock menjadi Force ghost setelah kematiannya di The Wrath of Khan, Sulu mendapatkan kemampuan Jedi, dan McCoy menyembuhkan tubuh Darth Vader sepenuhnya.
Strange New Worlds dan Starfleet Academy dijadwalkan berakhir pada 2027. Setelah itu, tidak akan ada serial Star Trek di televisi untuk pertama kalinya sejak Discovery mulai tayang pada 2017โsebuah serial yang mengakhiri kekosongan 12 tahun yang tidak ingin diulang oleh penggemar.
Di sisi film, ada sedikit perkembangan. Jonathan Goldstein dan John Francis Daley ditunjuk untuk menyutradarai reboot, meski progresnya lambat. Keduanya mengungkap bahwa film mereka akan sangat terinspirasi oleh Training Day dan Crimson Tide, serta berfokus pada karakter baru alih-alih wajah-wajah yang sudah dikenal. Proyek ini masih dalam tahap penulisan, sehingga tanggal rilis masih jauh.
"Dia pria baik. Tapi mereka tidak menerima pitch saya, jadi, ya sudahlah." โ Andy Weir tentang Alex Kurtzman, sebelum kemudian meminta maaf.
Bagi industri hiburan global, kisah Weir mencerminkan dinamika kekuatan penulis di tengah konsolidasi media. Merger Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance tidak hanya mengubah struktur korporasi, tetapi juga membuka peluang bagi kreator dengan rekam jejak komersial seperti Weir. Di Indonesia, fenomena ini bisa menjadi cermin bagi rumah produksi lokal yang tengah mengembangkan waralaba fiksi ilmiah. Kesuksesan adaptasi novel menjadi film, seperti yang dialami Weir, menunjukkan bahwa sumber daya kreatif dari penulis dapat menjadi motor penggerak konten berkelanjutan. Namun, tantangan utama tetap pada keberanian mengambil risiko dan konsistensi kualitas.
Ke depan, apakah Weir akan benar-benar mendapatkan kesempatan keduanya? Atau justru perusahaan baru akan tetap mengabaikan pitch-nya? Yang jelas, para penggemar Star Trek menanti kabar pasti tentang masa depan waralaba ini, terutama setelah 2027. Jika Weir berhasil, bisa jadi kita akan melihat sentuhan segar yang membawa Star Trek ke arah baruโatau justru kontroversi baru.



