Google Luncurkan AI Edge Foresight, Pencatat Rapat Offline yang Menantang Granola
Baca dalam 60 detik
- Google merilis aplikasi Mac bernama AI Edge Foresight yang mampu mencatat rapat secara offline menggunakan model on-device EmbeddingGemma 2 dengan 740 juta parameter.
- Aplikasi ini menawarkan tampilan split-screen untuk catatan manual dan hasil AI, mirip Granola, serta dapat membangun basis pengetahuan dari dokumen yang diunggah.
- Langkah ini memperketat persaingan di pasar notulen AI yang semakin ramai, dengan pemain seperti Wispr, Calendly, dan Superhuman yang baru mengakuisisi Fathom.

Google kembali menggebrak pasar produktivitas dengan merilis AI Edge Foresight, aplikasi pencatat rapat untuk Mac yang dapat beroperasi sepenuhnya tanpa koneksi internet. Aplikasi ini menjadi pesaing langsung bagi Granola dan alat notulen AI lainnya, mengandalkan model on-device EmbeddingGemma 2 berukuran 740 juta parameter untuk menangkap catatan rapat lintas aplikasi, termasuk pertemuan tatap muka.
Kemampuan offline menjadi pembeda utama. Menurut halaman FAQ Google, AI Edge Foresight dioptimalkan untuk chip Apple Silicon dan tidak memerlukan internet, sehingga pengguna dapat mengakses catatan rapat saat bepergian atau berada di area tanpa sinyal. Pendekatan ini berbeda dari sebagian besar alat notulen AI yang bergantung pada komputasi awan, yang sering menimbulkan kekhawatiran soal privasi dan ketergantungan koneksi.
Dari sisi antarmuka, AI Edge Foresight mengadopsi tata letak split-screen yang memungkinkan pengguna menulis catatan singkat di satu sisi sementara sisi lainnya menampilkan ringkasan hasil AI. Fitur ini mirip dengan yang ditawarkan Granola, tetapi Google menambahkan kemampuan untuk melihat transkrip lengkap dan berinteraksi dengan asisten berbasis Gemma 4 guna menjawab pertanyaan secara real-time. Pengguna juga dapat mengunggah berbagai dokumen untuk membangun basis pengetahuan, yang kemudian digunakan untuk menjawab pertanyaan saat rapat berlangsung.
Peluncuran ini bukan yang pertama bagi tim Google di balik proyek tersebut. Sebelumnya, pada April lalu, mereka merilis alat dikte AI yang juga bekerja dengan model lokal, meski tidak sampai ke pengguna mainstream. AI Edge Foresight tampaknya menjadi ajang unjuk gigi kemampuan seri Gemma dalam skenario offline, sekaligus sinyal bahwa Google serius menggarap perangkat lunak produktivitas yang mengutamakan privasi dan kemandirian perangkat.
"Aplikasi ini dapat bekerja sepenuhnya offline, sehingga Anda dapat mengakses catatan rapat kapan pun, bahkan tanpa koneksi internet," demikian pernyataan Google di halaman FAQ, seperti dikutip dari sumber.
Meski demikian, Google belum mengisyaratkan versi konsumen yang lebih luas. Namun, bukan tidak mungkin raksasa teknologi itu akan merilis versi yang terintegrasi dengan aplikasi Gemini dan model cloud, sehingga dapat digunakan lintas aplikasi panggilan video. Langkah semacam itu akan memperluas jangkauan AI Edge Foresight dari sekadar alat eksperimental menjadi produk arus utama.
Pasar notulen AI memang semakin padat. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan dikte Wispr dan penjadwalan Calendly meluncurkan alat serupa. Bahkan, startup produktivitas Superhuman (sebelumnya Grammarly) mengakuisisi Fathom, notulen AI yang didukung Y Combinator, bulan lalu. Persaingan ini menunjukkan bahwa raksasa teknologi dan startup sama-sama melihat celah besar dalam kebutuhan pencatatan rapat yang efisien.
Bagi Indonesia, kehadiran alat seperti AI Edge Foresight berpotensi mengubah cara profesional bekerja, terutama di kota-kota dengan koneksi internet yang tidak selalu stabil. Kemampuan offline dapat menjadi nilai jual tersendiri, meski adopsi awal kemungkinan terbatas pada pengguna perangkat Apple. Jika Google membawa versi cloud-nya ke lebih banyak platform, bukan tidak mungkin alat ini akan menjadi standar baru dalam produktivitas rapat virtual di Tanah Air.
Pertanyaannya, akankah Google mempertahankan pendekatan lokal-first atau justru beralih ke model cloud demi skalabilitas? Keputusan itu akan menentukan apakah AI Edge Foresight menjadi sekadar eksperimen atau benar-benar mengubah lanskap alat kolaborasi.



