Two Point Museum Rilis DLC Rides and Relics, Gratis untuk Pemilik Game Dasar
Baca dalam 60 detik
- Sega dan Two Point Studios merilis ekspansi Rides and Relics untuk Two Point Museum, dengan akses awal gratis bagi pemilik game dasar.
- DLC ini menghadirkan wahana bertema taman hiburan, sistem antrean, dan maskot yang memengaruhi emosi pengunjung.
- Peluncuran penuh dijadwalkan 8 Oktober 2025 untuk PS5, PC, dan Xbox Series X, versi Switch 2 menyusul.

Penggemar simulasi manajemen mendapat kejutan awal bulan ini. Sega bersama Two Point Studios membuka akses awal ekspansi terbaru untuk Two Point Museum, bertajuk Rides and Relics, secara cuma-cuma bagi siapa pun yang sudah memiliki versi dasar permainan. Langkah ini menjadi pemanasan sebelum peluncuran penuh pada 8 Oktober 2025 mendatang.
Keputusan memberikan akses gratis bukan tanpa alasan. Sejak dirilis awal tahun, Two Point Museum telah menuai pujian sebagai salah satu strategi terbaik 2025. Namun, seperti banyak gim simulasi, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan pemain setelah kampanye utama selesai. Dengan membuka konten baru lebih awal, Two Point Studios berupaya menarik kembali pemain lama sekaligus menggoda calon pembeli menjelang peluncuran resmi.
Berbeda dari DLC sebelumnya, Arty Facts, yang berfokus pada seni lukis dan lelang, Rides and Relics membawa pemain ke wilayah yang lebih ambisius: membangun taman hiburan di dalam museum. Pemain kini dapat menempatkan wahana, mengatur antrean, dan mengelola alur pengunjung. Setiap wahana menarik biaya masuk, sehingga panjang antrean menjadi pertimbangan strategis. Antrean terlalu pendek membuat wahana sepi, sementara antrean terlalu panjang membuat pengunjung bosan dan meninggalkan museum.
Mekanisme ini mengingatkan pada gim klasik Theme Park, tetapi Two Point Studios tidak sekadar meniru. Mereka menggunakan nostalgia sebagai pijakan untuk menciptakan sistem yang lebih dalam. Wahana memberikan status "thrilled" kepada pengunjung, yang bila berlebihan justru membuat mereka mual dan meninggalkan area. Pemain dituntut menyeimbangkan wahana memacu adrenalin dengan pameran yang lebih tenang, atau memasang perk yang mengurangi dampak negatif.
Selain wahana, maskot memegang peran penting. Jika di Theme Park dulu maskot hanya berjalan-jalan tanpa strategi, kini Rides and Relics membagi maskot berdasarkan tema. Maskot tidak hanya menghibur pengunjung yang mengantre, tetapi juga menjaga mood mereka. Salah satu maskot favorit adalah Cheese Goblin, yang membuat pengunjung tetap senang lebih lama. Pemain dapat mengatur rute maskot, mirip dengan tur, dan membuka lokasi ekspedisi baru untuk mendapatkan maskot bertema lain, seperti satwa liar atau seni.
Peningkatan lain terlihat pada sistem ekspedisi. Di versi dasar, mencari blueprint dan perk sering dianggap bagian terlemah. Kini, pemain bisa mendapatkan blueprint yang lebih baik dengan menaikkan level survei di lokasi ekspedisi, dan meningkatkan wahana yang ada tanpa biaya tambahan. Meski pemilihan perk masih acak, setidaknya semuanya memberikan perbaikan nyata.
Pembangunan roller coaster menjadi puncak dari fase pertama kampanye. Meskipun baru tahap awal, pemain sudah diberi kendali atas ketinggian dan sudut lintasan. Hasilnya bisa lucu atau mengerikan, tergantung desain. Namun, kebebasan ini menambah lapisan kreativitas yang selama ini dinanti penggemar gim konstruksi.
โTwo Point Studios belajar dari kesalahan masa lalu dan menemukan cara untuk membuat proses ini lebih baik,โ tulis Polygon dalam ulasannya, mengacu pada perbaikan sistem ekspedisi.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran DLC ini bisa menjadi angin segar. Gim simulasi manajemen memiliki basis penggemar setia di Tanah Air, terutama di kalangan pemain PC. Namun, harga DLC dan ketersediaan regional akan menentukan seberapa besar adopsinya. Jika Sega menerapkan harga yang ramah dan promosi lokal, Rides and Relics berpotensi memperluas komunitas Two Point Museum di Indonesia.
Dengan peluncuran penuh yang tinggal menghitung hari, pertanyaannya kini: apakah ekspansi ini mampu mempertahankan momentum dan menjadikan Two Point Museum sebagai gim simulasi manajemen terdepan tahun ini? Atau justru sebaliknya, konten yang terlalu banyak justru membingungkan pemain baru? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Two Point Studios tidak tinggal diam.



