SpaceX Siap Luncurkan Starship dari Florida, Pad 39A Nyaris Rampung
Baca dalam 60 detik
- SpaceX menyatakan pembangunan infrastruktur Starship di Pad 39A Kennedy Space Center hampir tuntas dan siap masuk tahap pengujian.
- Peluncuran perdana Starship dari Florida diperkirakan terjadi setelah satu misi uji tambahan dari Starbase Texas, kemungkinan pada penerbangan ke-16.
- Ekspansi besar-besaran SpaceX di Florida dan Louisiana menargetkan lebih dari 10.000 misi Starship per tahun pada 2030 untuk membangun jaringan Starlink dan pusat data AI di orbit.

SpaceX semakin dekat merealisasikan peluncuran pertama roket Starship dari Florida. Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu mengonfirmasi bahwa pembangunan fasilitas peluncuran di Pad 39A, Kennedy Space Center (KSC), telah melewati tahap konstruksi utama dan kini bersiap memasuki fase pengujian operasional.
"Segalanya berjalan sangat baik di 39A," ujar Julianna Scheiman, Direktur Program Sains NASA dan Dragon di SpaceX, dalam sebuah briefing pada 1 Oktober lalu. Menurutnya, menara peluncuran Starship yang baru hampir selesai, begitu pula sebagian besar konstruksi penting lainnya di lokasi tersebut. "Kami pada dasarnya telah menyelesaikan pembangunan awal struktur dan sistem yang dibutuhkan untuk meluncurkan Starship, dan kami mulai melangkah ke pengujian penerimaan serta pengujian operasional sebelum aktivasi," tambahnya.
Pad 39A memiliki nilai historis tersendiri. Kompleks peluncuran ini awalnya dibangun pada 1960-an untuk mendukung peluncuran roket Saturn V milik NASA, yang mengantar misi Apollo ke bulan. Kini, pad yang sama bersiap menjadi titik lepas landas bagi roket terbesar yang pernah dibuat manusia. Starship memiliki tinggi sekitar 124 meter, jauh melampaui Falcon 9 dan Falcon Heavy yang hanya sekitar 70 meter. Perbedaan dimensi dan teknologi ini menuntut infrastruktur yang sepenuhnya baru, termasuk menara penangkap "lengan sumpit" untuk menangkap kembali kedua tahap roket, serta tangki bahan bakar khusus untuk mesin Raptor yang menggunakan metana cair dan oksigen cair, bukan minyak tanah seperti mesin Merlin.
Meski pembangunan di 39A hampir rampung, SpaceX masih harus menyelesaikan setidaknya satu misi uji terbang lagi dari Starbase di Texas Selatan sebelum menerbangkan Starship dari Florida. Scheiman menyebut peluncuran dari KSC kemungkinan baru akan terjadi pada penerbangan ke-16. Dokumen perencanaan sementara mengindikasikan tanggal 19 Oktober dan 30 Oktober sebagai kemungkinan "tidak lebih awal dari" untuk penerbangan ke-15 dan ke-16, meskipun jadwal tersebut bisa berubah. Sepanjang tahun ini, Starship telah terbang tiga kali, yaitu pada 22 Mei, 24 Juli, dan 28 September.
Selain Pad 39A, SpaceX juga tengah menggarap dua landasan peluncuran di Cape Canaveral Space Force Station, yakni SLC-37A dan SLC-37B. Otoritas Angkatan Udara AS telah memberi izin pada akhir tahun lalu, dan kedua pad tersebut nantinya dapat menampung hingga 76 peluncuran Starship per tahun. Scheiman mengungkapkan bahwa kemajuan di SLC-37 sudah terlihat. "Jika Anda melihat ke arah Launch Complex 37, Anda bisa melihat awal dari menara Starship itu," katanya.
Ambisi SpaceX tidak berhenti di Florida. Perusahaan berencana memulai pembangunan kompleks peluncuran raksasa senilai US$100 miliar di Louisiana pada tahun depan. Kompleks yang disebut Starbase Louisiana ini akan memiliki 12 landasan peluncuran. Jumlah itu tampak berlebihan, namun masuk akal mengingat target SpaceX untuk meluncurkan lebih dari 10.000 misi Starship per tahun pada 2030. Mayoritas peluncuran tersebut akan digunakan untuk merakit dua proyek mega di orbit Bumi: jaringan broadband Starlink generasi berikutnya yang terdiri dari sekitar 100.000 satelit, dan Starmind, konstelasi pusat data AI yang akan menampilkan satu juta wahana antariksa, menurut Elon Musk.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membuka peluang sekaligus tantangan. Sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan konektivitas tinggi, kehadiran Starlink generasi baru dapat mempercepat pemerataan akses internet di daerah terpencil. Namun, dominasi SpaceX dalam infrastruktur orbit juga menimbulkan pertanyaan tentang kedaulatan data dan ketergantungan pada penyedia asing. Pemerintah perlu mencermati regulasi tata kelola ruang angkasa dan potensi kolaborasi strategis, termasuk dalam pengembangan satelit nasional.
Dengan persiapan yang semakin matang, pertanyaannya kini: akankah Starship benar-benar terbang dari Florida sesuai jadwal, dan bagaimana langkah SpaceX selanjutnya dalam mewujudkan visi kolonisasi orbit? Publik dan pelaku industri antariksa dunia akan menyaksikan babak baru eksplorasi ini dengan saksama.



