Honda Sukses Uji Roket Reusable, Siap Tantang Dominasi SpaceX?
Baca dalam 60 detik
- Honda berhasil meluncurkan roket reusable perdana buatan internal, mencapai ketinggian 300 meter dalam 56 detik.
- Langkah ini menandai masuknya raksasa otomotif Jepang ke sektor peluncuran satelit yang diprediksi tumbuh pesat.
- Honda menargetkan uji suborbital pada 2029, namun belum memutuskan komersialisasi teknologinya.

Honda resmi menorehkan sejarah baru di industri kedirgantaraan. Pada 17 Juni 2025, perusahaan asal Jepang itu sukses meluncurkan roket reusable pertamanya yang dikembangkan sepenuhnya secara internal. Roket sepanjang 6,3 meter dengan bobot 1.312 kilogram itu mencapai ketinggian hampir 300 meter dan terbang selama 56 detik sebelum kembali mendarat dengan selamat.
Uji terbang tersebut berlangsung di fasilitas Honda di Taiki Town, Distrik Hiroo, Prefektur Hokkaido. Kawasan ini memang dikenal sebagai pusat pengujian aerospace bagi berbagai perusahaan dan universitas. Sejak 2024, Honda telah beberapa kali mencoba meluncurkan reusable launch vehicle (RLV) di lokasi yang sama. Berbeda dengan roket konvensional, RLV dirancang untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal sehingga dapat dipakai berulang kali.
Kesuksesan ini mengejutkan komunitas antariksa. Pasalnya, Honda selama ini identik dengan kendaraan darat dan laut, bukan roket. Meski demikian, Honda bukan pemain baru di dunia aviasi. Sebelumnya, mereka pernah mengembangkan jet pribadi. Ambisi Honda di sektor antariksa sebenarnya sudah terendus sejak 2021, ketika perusahaan mengumumkan riset dan pengembangan teknologi luar angkasa dengan visi "memungkinkan manusia melampaui batasan waktu, tempat, atau kemampuan".
CEO Honda Toshihiro Mibe menegaskan bahwa riset roket merupakan upaya strategis yang memanfaatkan kekuatan teknologi perusahaan. "Kami yakin riset roket adalah usaha yang bermakna dan memanfaatkan keunggulan teknologi Honda," ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan, Honda akan terus mengambil tantangan baru untuk memberikan layanan dan nilai bagi pelanggan, sekaligus menjawab isu lingkungan dan keselamatan.
Fokus Honda saat ini adalah roket peluncur satelit. Permintaan akan kendaraan semacam ini diperkirakan meningkat seiring kebutuhan satelit untuk mendukung konsumsi data yang terus melonjak. Honda melihat peluang besar di pasar ini, terlebih dengan munculnya sejumlah perusahaan roket Jepang seperti Interstellar Technologies, Innovative Space Carrier, dan Space One.
"Kami percaya riset roket adalah upaya yang memanfaatkan kekuatan teknologi Honda. Honda akan terus mengambil tantangan baru untuk menawarkan berbagai layanan dan nilai melalui produk kami, sambil mengatasi masalah lingkungan dan keselamatan." โ Toshihiro Mibe, CEO Honda
Meski masih dalam fase riset, keberhasilan uji terbang ini membuat Honda optimistis dapat melakukan peluncuran suborbital pada 2029. Peluncuran suborbital berarti roket tidak mengorbit Bumi, melainkan hanya mencapai ketinggian tertentu sebelum kembali. Untuk mencapai ketinggian 125 mil (201 km) di atas Bumi, roket suborbital hanya perlu melesat hingga 3.700 mph (5.955 km/jam) sebelum mesin dimatikan dan kembali ke Bumi.
Honda belum memutuskan apakah teknologi roketnya akan dikomersialkan. Namun, langkah ini menegaskan ambisi perusahaan untuk memperluas cakupan bisnis di luar otomotif. Sejumlah analis menilai diversifikasi ke sektor antariksa dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi Honda dalam teknologi transportasi berkelanjutan.
Bagi Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi sinyal bahwa teknologi roket reusable semakin terjangkau dan terbuka bagi negara berkembang. Meskipun Indonesia belum memiliki program roket komersial, keberhasilan Honda menunjukkan bahwa perusahaan non-antariksa pun dapat masuk ke sektor ini. Hal ini dapat mendorong kolaborasi atau transfer teknologi di masa depan, terutama bagi negara yang ingin mengembangkan kemampuan peluncuran satelitnya sendiri.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Honda akan mampu bersaing dengan pemain mapan seperti SpaceX yang telah lebih dulu mendominasi pasar roket reusable. Dengan target suborbital 2029, Honda masih memiliki waktu untuk menyempurnakan teknologi dan membangun ekosistem pendukung. Jika berhasil, bukan tidak mungkin Honda menjadi kekuatan baru dalam industri antariksa global.



