Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading Tewaskan Pekerja, Polisi Selidiki Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Insiden ledakan saat pengisian tabung oksigen di PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, menewaskan Slamat Nur Alimin (19) dan melukai Tedi Irawan (47).
- Polisi telah memasang garis polisi dan memeriksa saksi untuk mengungkap pemicu ledakan yang juga merusak kendaraan dan rumah warga.
- Peristiwa ini menyoroti pentingnya standar keselamatan dalam industri pengisian gas bertekanan tinggi di kawasan permukiman.

Ledakan keras mengguncang kawasan industri di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (7/10) sore. Insiden yang terjadi di area PT Sinergi Berkat Gasindo itu menewaskan seorang pekerja, Slamat Nur Alimin (19), dan melukai rekannya, Tedi Irawan (47).
Menurut Kapolsek Kelapa Gading Kompol Girindra Wardana, peristiwa bermula ketika proses pengisian tabung oksigen berukuran 48 hingga 50 kilogram dari tabung utama berkapasitas 10 ton. Saksi mata menyebut ledakan terjadi tak lama setelah korban Slamat menutup valve tabung dan mundur selangkah. Seketika, suara menggelegar disertai kepulan asap cokelat tebal membubung di sekitar pabrik.
Slamat meninggal di tempat akibat luka serius di sekujur tubuh, patah tulang iga, serta cedera berat pada kepala dan organ dalam. Sementara Tedi mengalami luka robek di pundak kiri dan pembengkakan kaki kanan; ia kini dirawat di RS Gading Pluit. Ledakan juga menimbulkan kerugian materiil: pecahan logam menembus kaca depan mobil pikap bernomor polisi B 9364 TAF, dan gelombang kejut merusak atap rumah warga bernama Muniroh di RT 05/RW 02.
Polsek Kelapa Gading bergerak cepat dengan memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, dan menerjunkan tim identifikasi. "Kami sudah mendatangi lokasi, mengamankan TKP, mendata korban, serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Saat ini kasusnya dalam penanganan penuh Polsek Kelapa Gading," ujar Girindra.
"Peristiwa terjadi saat proses pengisian tabung oksigen berukuran sekitar 48 hingga 50 kilogram dari tabung utama berkapasitas 10 ton." โ Kompol Girindra Wardana, Kapolsek Kelapa Gading
Insiden ini menggarisbawahi risiko operasional di sektor pengisian gas bertekanan tinggi, terutama yang berlokasi dekat permukiman. Oksigen medis dan industri disimpan dalam tabung bertekanan ekstrem; kelalaian sekecil apa pun pada katup, regulator, atau prosedur pengisian dapat memicu reaksi berantai. Di Indonesia, pengawasan keselamatan industri gas masih menjadi pekerjaan rumah, terlebih karena banyak fasilitas beroperasi di kawasan padat penduduk.
Kawasan Kelapa Gading sendiri merupakan pusat bisnis dan hunian dengan mobilitas tinggi. Ledakan di siang hari berpotensi menimbulkan korban lebih luas jika terjadi di jam sibuk. Beruntung, lokasi kejadian relatif terkendali dan petugas sigap membatasi area. Meski demikian, warga sekitar menuntut kepastian soal izin dan audit keselamatan perusahaan.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum diumumkan. Polisi mendalami apakah ada kelalaian prosedur, kerusakan peralatan, atau faktor lain. Hasil investigasi akan menentukan langkah hukum dan rekomendasi perbaikan standar operasional. Kasus ini juga menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menegakkan regulasi keselamatan industri di tengah tekanan pembangunan.
Ke depan, publik menanti transparansi hasil penyelidikan dan tindakan preventif agar tragedi serupa tidak terulang. Akankah ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola fasilitas gas bertekanan di kawasan permukiman?



