Harga Perangkat Apple Naik, Prime Day Jadi Peluang Diskon Terakhir Sebelum Black Friday
Baca dalam 60 detik
- Amazon dan Apple resmi menaikkan harga mayoritas perangkat, sehingga diskon Prime Day menjadi momen langka bagi konsumen.
- Beberapa produk Apple seperti AirPods Pro 3, MacBook Air M5, dan iPad A16 dijual dengan potongan hingga $200 selama periode terbatas.
- Bagi pengguna di Indonesia, kesempatan serupa bisa hilang karena tidak semua promo lintas negara tersedia, sehingga perlu cermat membandingkan harga lokal.

Kenaikan harga perangkat teknologi yang diumumkan Amazon dan Apple awal tahun ini memaksa konsumen mencari celah diskon. Gelaran Prime Day yang berakhir malam ini menjadi salah satu kesempatan terakhir untuk mendapatkan produk Apple dengan harga lebih rendah sebelum musim belanja Black Friday tiba.
Apple dan Amazon secara terpisah mengonfirmasi penyesuaian harga pada sebagian besar lini produk mereka. Dampaknya, selisih harga dengan awal tahun bisa mencapai puluhan dolar. Prime Day menawarkan potongan yang, menurut pantauan beberapa peritel, merupakan yang terdalam dalam beberapa bulan terakhir. Karena Apple jarang menggelar obral resmi, lonjakan diskon di ritel pihak ketiga seperti Amazon menjadi penanda penting bagi pasar.
Beberapa item yang menjadi buruan utama antara lain AirPods Pro 3 yang turun dari $249 menjadi $179, MacBook Air 13 inci dengan chip M5 dari $1.299 menjadi $1.099, serta iPad 11 inci generasi A16 dari $449 menjadi $399. Ada pula Apple Watch SE 3 dan paket empat buah AirTag generasi kedua yang masing-masing dipotong $50 dan $10. Meski tidak semua diskon berlaku di pasar Indonesia, fluktuasi harga global ini sering kali merembet ke harga ritel domestik melalui jalur impor resmi.
Bagi konsumen Indonesia, gelaran diskon seperti ini sering kali tidak serta-merta tersedia di toko dalam negeri. Distributor resmi Apple di Indonesia biasanya memiliki jadwal promosi sendiri yang tidak selalu sinkron dengan Prime Day. Namun, penurunan harga di pasar global bisa menjadi acuan untuk menegosiasikan harga di toko elektronik lokal atau memantau harga di marketplace yang menjual produk impor.
Pengamat ritel teknologi menilai bahwa kenaikan harga yang dilakukan produsen tahun ini dipicu oleh kenaikan biaya komponen dan logistik. "Konsumen yang menunda pembelian mungkin akan mendapat harga lebih baik saat momen diskon besar, tetapi setelah itu harga cenderung kembali normal," ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa perang harga antarritel menjelang akhir tahun biasanya menghasilkan titik terendah bagi pembeli.
"Ini mungkin harga terbaik yang bisa didapat sebelum Black Friday. Jika tidak ingin menunggu, sekarang saatnya membeli," tulis salah satu ulasan konsumen di Yahoo Tech.
Meski demikian, tidak semua diskon sepadan. Beberapa produk seperti AirTag generasi kedua hanya dipotong $10, yang menurut beberapa pengulas tidak terlalu signifikan. Pembeli disarankan membandingkan harga historis sebelum memutuskan. Selain itu, biaya pengiriman dan bea masuk ke Indonesia bisa menggerus penghematan jika membeli dari luar negeri.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah kenaikan harga ini bersifat permanen atau hanya respons sementara terhadap inflasi komponen. Jika tren ini berlanjut, konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia, harus lebih jeli memanfaatkan momentum diskon seperti Prime Day atau Harbolnas. Sementara itu, Apple dan Amazon belum memberikan sinyal akan menurunkan harga secara struktural dalam waktu dekat.



