Oliver Irow, Wonderkid Tottenham yang Bersinar di Plymouth: Jalan Baru Menuju Tim Utama?
Baca dalam 60 detik
- Oliver Irow, penyerang muda Tottenham Hotspur, mencetak empat gol dalam sembilan penampilan pertamanya bersama Plymouth Argyle di League One.
- Performa impresifnya sebagai pemain sayap kiri menyoroti keberhasilan jalur peminjaman Spurs, berbeda dengan pengalaman Harry Kane dan Troy Parrott.
- Dengan lini serang Tottenham yang tumpul, Irow berpeluang mendapatkan peran di tim utama musim depan jika terus berkembang.

Oliver Irow, penyerang muda Tottenham Hotspur yang saat ini dipinjamkan ke Plymouth Argyle, telah mencuri perhatian dengan performa gemilangnya di League One. Dalam sembilan penampilan pertamanya, pemain berusia 20 tahun itu telah mencetak empat gol, tiga di antaranya di kompetisi liga, meskipun ia bukan berposisi sebagai striker murni melainkan pemain sayap kiri.
Prestasi ini menjadi sorotan karena Irow sebelumnya kurang dikenal di kalangan penggemar Spurs. Ia belum pernah tampil untuk tim utama Tottenham, dan catatannya di level akademi pun tidak terlalu menonjol dengan 15 gol dalam 40 pertandingan untuk tim U21. Namun, sejak bergabung dengan Plymouth pada musim panas lalu, ia menunjukkan lonjakan performa yang signifikan, mirip dengan yang dialami Luka Vuskovic beberapa waktu lalu.
Kisah sukses peminjaman pemain muda Tottenham memang tidak selalu mulus. Harry Kane, yang kini menjadi salah satu striker terbaik dunia, pernah menjalani empat masa peminjaman di EFL dengan catatan hanya 16 gol dalam 65 pertandingan. Troy Parrott juga mengalami hal serupa, mencetak 16 gol dalam 99 penampilan selama dipinjamkan ke Ipswich, MK Dons, dan Preston. Namun, keduanya mampu bangkit dan menjadi penyerang yang ditakuti di Eropa. Irow berpotensi mengikuti jejak mereka, atau bahkan Vuskovic, yang menjelma menjadi bek tangguh setelah dipinjamkan ke Westerlo dan Hamburg.
Vuskovic, yang direkrut Tottenham dari Hajduk Split pada 2023, menjadi contoh nyata bagaimana peminjaman dapat mengubah karier. Selama di Belgia dan Jerman, ia tidak hanya mencetak gol tetapi juga menjadi salah satu pemain dengan duel terbanyak di Bundesliga. Pada September 2025, ia memenangkan 18 duel udara dalam satu pertandingan melawan Union Berlin, rekor tertinggi dalam satu laga Bundesliga dalam sepuluh musim terakhir. Performa itu membuatnya dijual ke Brighton dengan harga ยฃ50 juta, meskipun Tottenham awalnya harus merogoh kocek besar untuk merekrutnya.
"Peminjaman adalah kesempatan emas bagi pemain muda untuk membuktikan diri. Irow telah memanfaatkannya dengan baik," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Di Tottenham, lini serang saat ini sedang tidak ideal. Mathys Tel belum mencetak gol musim ini, Wilson Odobert dan Xavi Simons masih cedera ACL, dan rekrutan baru Omar Marmoush juga belum berkontribusi. Roberto De Zerbi, yang musim panas lalu fokus mendatangkan pemain berpengalaman seperti Andy Robertson dan Marcos Senesi, serta Jan Paul van Hecke seharga ยฃ52 juta, mungkin perlu mempertimbangkan Irow sebagai opsi di sayap kiri. Kepergian Heung-min Son ke LAFC meninggalkan celah yang belum terisi.
Jika Irow terus menunjukkan konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan dipromosikan ke tim utama Tottenham musim depan. Namun, ia harus menghadapi tantangan berat, karena bermain di League One berbeda dengan Premier League. Meski demikian, kemampuannya beradaptasi dengan pemain senior dan mencetak gol dari posisi sayap menjadi sinyal positif. De Zerbi dikenal suka memberi kesempatan kepada pemain muda, dan Irow bisa menjadi kejutan menyenangkan bagi Spurs.
Keberhasilan peminjaman Irow juga menjadi bukti bahwa jalur pengembangan pemain muda Tottenham mulai membuahkan hasil. Setelah sebelumnya sukses dengan Vuskovic, kini Irow berpeluang mengikuti jejak tersebut. Jika ia terus berkembang, bukan tidak mungkin Tottenham akan memiliki senjata baru di lini serang tanpa harus mengeluarkan dana besar di pasar transfer.



