Lewis Hamilton Bawa Plus44 dan Almave ke Singapura, Ekspansi Bisnis di Tengah Kesibukan F1
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton meluncurkan pop-up Plus44 di Marina Bay Sands Singapura, menandai debut mereknya di Asia Tenggara.
- Kolaborasi dengan seniman Jahan Loh menghasilkan kapsul eksklusif Plus44 Marina Spaceport, sementara Almave menggelar retail run 12 bulan.
- Langkah ini memperkuat portofolio bisnis Hamilton di luar balapan, menyasar pasar gaya hidup dan minuman non-alkohol di kawasan Asia.

Pembalap Formula 1 Lewis Hamilton terus memperluas kerajaan bisnisnya di luar lintasan. Menjelang Grand Prix Singapura, ia meluncurkan pop-up store untuk merek gaya hidupnya, Plus44, di The Shoppes at Marina Bay Sands. Ini menjadi kali pertama Plus44 hadir di Asia Tenggara, tepat di tengah gemerlap balapan malam Singapura.
Pop-up yang berlangsung 5โ11 Oktober ini menampilkan koleksi khas Plus44, termasuk tracksuit celestial-camo yang menampilkan karya seniman Singapura, Jahan Loh. Kolaborasi ini menghasilkan kapsul regional bernama Plus44 Marina Spaceport, yang mengangkat karakter astronot khas Loh. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Hamilton merangkul komunitas lokal dan memperkuat posisi mereknya di pasar Asia.
Tak hanya Plus44, merek minuman non-alkohol Hamilton, Almave, juga hadir melalui kemitraan dengan Marina Bay Sands. Almave akan menjalani retail run selama 12 bulan, dari Oktober tahun ini hingga September tahun depan. Selama pekan balapan, koktail tanpa alkohol bernama "The Lewis" akan disajikan di Bread Street Kitchen dan Yardbird Southern Table & Bar dari 8 hingga 15 Oktober sebagai bagian dari The Almave Circuit.
Hamilton menyatakan antusiasmenya terhadap ekspansi ini. "Saya senang bisa bekerja sama dengan Marina Bay Sands untuk memperkenalkan Plus44 dan Almave kepada Team LH dan audiens di seluruh Asia Tenggara," ujarnya. "Singapura adalah kota yang selalu saya sukai untuk kembali, dan saya berterima kasih atas dukungan Marina Bay Sands dalam menyediakan platform luar biasa untuk menghidupkan merek-merek ini melalui pengalaman yang berkesan."
Langkah Hamilton ini sejalan dengan tren atlet global yang membangun lini bisnis di luar olahraga. Sebelumnya, ia telah merambah dunia film, filantropi, dan mode. Plus44 dan Almave menjadi kendaraan untuk memperluas pengaruhnya ke pasar konsumen, terutama di kawasan Asia yang memiliki basis penggemar F1 besar. Singapura, sebagai tuan rumah Grand Prix, menjadi pintu masuk strategis.
Bagi Indonesia, ekspansi ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar Asia Tenggara semakin dilirik oleh selebritas dan atlet internasional. Dengan populasi muda yang besar dan minat tinggi terhadap F1, Indonesia berpotensi menjadi target berikutnya. Namun, tantangan regulasi dan preferensi lokal tetap perlu dipertimbangkan. Kehadiran merek seperti Plus44 dan Almave dapat mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk berinovasi, terutama di sektor gaya hidup dan minuman non-alkohol yang tengah tumbuh.
Ke depan, apakah Hamilton akan membawa mereknya ke Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya? Melihat strategi yang ada, kemungkinan itu terbuka lebar. Yang jelas, bisnis di luar lintasan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Hamilton sebagai atlet dan pengusaha.



