Star Wars: Galactic Racer Meluncur di Amazon Luna, Gebrakan Baru Cloud Gaming
Baca dalam 60 detik
- Star Wars: Galactic Racer resmi dirilis serentak di Amazon Luna dan platform lain seperti PS5, Xbox Series, dan PC.
- Pengguna Prime dapat menikmati kampanye single-player tanpa biaya tambahan dan tanpa unduhan besar.
- Langkah ini menandai strategi Amazon memperkuat posisi Luna di pasar cloud gaming yang semakin kompetitif.

Jakarta โ Amazon Luna mencatat sejarah baru dengan merilis game "Star Wars: Galactic Racer" secara serentak (day-and-date) bersama platform lain seperti PlayStation 5, Xbox Series S/X, dan PC. Ini adalah pertama kalinya sebuah game AAA hadir di layanan cloud gaming Amazon pada hari yang sama dengan perilisan globalnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya Amazon memperkuat posisinya di industri cloud gaming yang kian panas.
Dikembangkan oleh Fuse Games, studio di balik seri "Burnout" dan "Need for Speed", game ini menempatkan pemain di balik kemudi berbagai repulsorcraft dalam sirkuit balap di galaksi jauh. Berlatarkan era New Republic awal, pemain berperan sebagai Shade, pembalap soliter yang bermimpi meraih kejayaan dan balas dendam. Sirkuit balap ilegal bernama Galactic League, yang dibentuk oleh Darius Pax, menjadi panggung aksi di planet-planet ikonik seperti Jakku, Graveyard of Giants, Ando Prime, dan Sentinel I.
Menurut Jeff Gattis, Head of Gaming Amazon, kehadiran game ini di Luna merupakan realisasi komitmen perusahaan terhadap pemain cloud gaming. "Kami selalu percaya pemain Luna berhak mendapatkan aksi sejak hari pertama, dan Star Wars: Galactic Racer mewujudkannya untuk pertama kali," ujarnya. Gattis menambahkan bahwa pemain dapat langsung memainkan kampanye single-player tanpa perlu memiliki konsol atau menunggu unduhan lama. "Yang terbaik: jika mereka anggota Prime, mereka sudah memilikinya tanpa biaya tambahan," tegasnya.
Langkah Amazon ini bukan tanpa alasan. Pasar cloud gaming global diproyeksikan tumbuh pesat, dengan pemain seperti Microsoft xCloud, Google Stadia (yang telah tutup), dan NVIDIA GeForce Now bersaing ketat. Kehadiran game besar seperti Star Wars di Luna dapat menjadi pembeda, terutama karena model berlangganan Prime yang sudah memiliki basis pengguna besar. Namun, tantangan tetap ada: infrastruktur internet di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih menjadi kendala utama adopsi cloud gaming.
Di Indonesia, layanan cloud gaming seperti Luna belum tersedia secara resmi. Meski demikian, antusiasme gamer Tanah Air terhadap game Star Wars cukup tinggi. Jika Amazon memperluas jangkauan Luna ke Asia Tenggara, Indonesia bisa menjadi pasar potensial mengingat populasi gamer yang besar. Namun, tanpa dukungan jaringan 5G yang merata dan latensi rendah, pengalaman bermain cloud gaming masih akan terbatas di kota-kota besar.
"Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi pemain Luna, dan kami yakin mereka akan menyukainya," ujar Jeff Gattis.
Selain Star Wars, ajang RuneFest 2026 juga menjadi sorotan. Jagex mengumumkan konten baru untuk "RuneScape", "Old School RuneScape", dan "RuneScape: Dragonwilds", serta game MMO keempat yang masih dalam pengembangan. Berjudul sementara, game ini akan menggunakan Unreal Engine dan menghadirkan dunia Gielinor dengan semangat komunitas yang telah bertahan 25 tahun. "RuneScape Reignited" akan dirilis 2 Desember, diikuti "Hoard of Dragons" pada Januari, dan "Luminance" sebagai prekuel "Blood Crystal Saga" yang akan dimulai 2027.
Sementara itu, penggemar acara realitas "The Traitors" kini dapat mencoba "The Traitors: Interactive Game" di iOS dan Android. Dikembangkan oleh Fusebox Games, pemain dapat memilih sifat karakter dan berinteraksi selama 12 hari permainan. CEO Fusebox Games, Terry Lee, menyatakan bahwa adaptasi ini setia pada IP aslinya dan memberikan pemain kendali penuh atas strategi dan tipu daya.
Dengan langkah berani Amazon merilis game AAA di cloud gaming secara day-and-date, pertanyaannya kini: akankah model ini mengubah cara kita bermain game di masa depan, terutama di negara dengan infrastruktur internet yang belum merata seperti Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: persaingan di industri cloud gaming semakin memanas.



