Hideaki Anno Kembali ke Sci-Fi Klasik: Sutradara Evangelion Garap Film Space Battleship Yamato √2199
Baca dalam 60 detik
- Hideaki Anno, pencipta Neon Genesis Evangelion, ditunjuk menyutradarai film anime Space Battleship Yamato √2199 yang diproduksi Studio Khara bersama Production I.G.
- Proyek ini menandai kolaborasi perdana kedua studio dan menjadi bagian dari gelombang kebangkitan waralaba Yamato yang tahun lalu merilis film remake pertama dari tujuh seri.
- Anno akan berbagi kursi sutradara dengan Yutaka Izubuchi, sementara jadwal rilis belum diumumkan karena produksi masih berjalan.

Hideaki Anno, sosok di balik fenomena Neon Genesis Evangelion, resmi didapuk menyutradarai film anime terbaru dari waralaba legendaris Space Battleship Yamato. Proyek berjudul Space Battleship Yamato √2199 ini akan diproduksi oleh Studio Khara milik Anno bersama Production I.G, menandai kerja sama pertama antara kedua rumah produksi tersebut. Pengumuman disampaikan melalui situs web dan akun X resmi film, meski belum ada tanggal rilis yang dipastikan.
Langkah ini bukan sekadar proyek baru bagi Anno. Sejak lama ia mengakui bahwa Space Battleship Yamato—yang tayang perdana pada Oktober 1974—membentuk selera dan arah kariernya. Dalam perayaan 50 tahun serial tersebut pada 2024, Anno sempat menyinggung keterlibatannya dalam proyek Yamato. "Tanpa karya ini, anime tidak akan berbentuk seperti sekarang," ujarnya saat itu, seperti dikutip dari pernyataannya di acara tersebut. Belakangan, dalam wawancara dengan Monthly Newtype, ia menyatakan ingin "menciptakan Yamato yang mewujudkan doa dan harapan kami untuk generasi berikutnya dan diri kami sendiri."
Space Battleship Yamato √2199 dipastikan mengambil arah berbeda dari seri remake yang tengah berjalan. Pada 2024, waralaba ini merilis Be Forever Yamato: Rebel 3199, film pertama dari tujuh remake yang direncanakan. Anno akan bertindak sebagai co-director bersama Yutaka Izubuchi, yang sebelumnya terlibat dalam Space Battleship Yamato 2199. Kombinasi ini dinilai menggabungkan visi naratif Anno yang khas dengan pengalaman Izubuchi di jagat Yamato, meski detail cerita masih dirahasiakan.
Bagi industri anime global, keterlibatan Anno dalam Yamato bukan sekadar nostalgia. Yamato adalah tonggak yang membuktikan bahwa animasi Jepang bisa menyajikan narasi dewasa—tentang perang, pengorbanan, dan bertahan hidup—jauh sebelum istilah "anime untuk semua umur" menjadi arus utama. Kesuksesan Evangelion dua dekade kemudian memperkuat pergeseran itu, membawa anime ke pasar internasional yang lebih luas. Kini, ketika waralaba klasik kembali digarap oleh kreator yang pernah terinspirasi olehnya, ada harapan bahwa formula lama bisa disegarkan untuk audiens modern tanpa kehilangan bobot tematiknya.
Di sisi lain, penggemar di Indonesia patut mencermati perkembangan ini. Yamato dan Evangelion memiliki basis penggemar setia di Tanah Air, terbentuk sejak era VCD dan tayangan televisi swasta pada 1990-an hingga 2000-an. Kebangkitan waralaba sci-fi klasik ini berpotensi memperluas pasar anime lokal, baik melalui perilisan bioskop, platform streaming, maupun merchandise. Jika film ini mendapat distribusi global yang layak, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi salah satu pasar yang disasar, mengingat antusiasme komunitas anime yang terus tumbuh.
"Saya ingin menciptakan Yamato yang mewujudkan doa dan harapan kami untuk generasi berikutnya dan diri kami sendiri." — Hideaki Anno, dalam wawancara dengan Monthly Newtype.
Hingga kini, belum ada informasi mengenai jadwal produksi, desain karakter, atau apakah film ini akan terhubung dengan linimasa remake yang sedang berjalan. Yang jelas, proyek ini menambah daftar panjang keterlibatan Anno di properti sci-fi ikonik, setelah sebelumnya menangani skenario Mobile Suit Gundam GQuuuuuuX. Pertanyaannya, akankah Space Battleship Yamato √2199 menjadi jembatan antara generasi penggemar lama dan baru, atau justru mendefinisikan ulang waralaba yang sudah berusia lebih dari setengah abad?



