Sicario 3 Resmi Dikerjakan, Taylor Sheridan Digantikan Steven Knight di Kursi Penulis
Baca dalam 60 detik
- Film ketiga Sicario dipastikan dalam tahap produksi dengan kembalinya Emily Blunt, Benicio del Toro, dan Josh Brolin.
- Steven Knight, kreator Peaky Blinders, dipercaya menulis naskah menggantikan Taylor Sheridan yang sebelumnya dikabarkan terlibat.
- Padraic McKinley ditunjuk sebagai sutradara, dengan target pengambilan gambar dimulai awal 2027.

Setelah bertahun-tahun spekulasi, sekuel ketiga dari waralaba thriller kriminal Sicario akhirnya mendapat lampu hijau. Tiga bintang utamanya—Emily Blunt, Benicio del Toro, dan Josh Brolin—dikonfirmasi akan kembali. Namun, di balik layar terjadi perombakan besar: Taylor Sheridan, yang selama ini identik dengan seri tersebut, tidak lagi menangani naskah. Posisinya digantikan oleh Steven Knight, pencipta serial Peaky Blinders yang juga menulis film Eastern Promises dan Spencer.
Kabar ini sekaligus mengoreksi laporan sebelumnya. Pekan lalu, Variety memberitakan bahwa Sheridan telah menyelesaikan skrip untuk Sicario 3. Namun menurut Deadline, rumah produksi Black Label Media dan Thunder Road memilih arah berbeda. Keputusan ini menandai pergeseran signifikan dalam gaya penceritaan waralaba yang dikenal suram dan penuh ketegangan moral.
Posisi sutradara juga diisi nama baru. Padraic McKinley, yang sebelumnya menggarap serial Fightworld dan Kingdom, serta film The Weight (2023) bersama Ethan Hawke dan Russell Crowe, dipercaya memimpin proyek ini. McKinley menggantikan Denis Villeneuve (film pertama) dan Stefano Sollima (sekuel kedua).
Keputusan mendepak Sheridan dari kursi penulis patut dicermati. Sebagai kreator Yellowstone, Sheridan menulis naskah sekuel Sicario: Day of the Soldado (2018). Sayangnya, film itu gagal menyamai pujian kritis maupun performa komersial pendahulunya. Villeneuve dan sinematografer Roger Deakins—yang mendapat nominasi Oscar—dianggap sebagai elemen yang hilang. Kini, dengan Knight di depan mesin tik, harapan muncul bahwa waralaba ini bisa menemukan kembali intensitas dan kedalaman psikologis yang membuat film pertamanya ikonik.
"Knight punya rekam jejak menulis karakter kompleks dengan konflik batin yang tajam, seperti dalam Peaky Blinders. Itu bisa menjadi jembatan antara gaya Villeneuve dan kebutuhan pasar modern," ujar seorang pengamat industri film yang tidak ingin disebutkan namanya.
Bagi penonton Indonesia, Sicario bukan nama asing. Film pertamanya sempat tayang di bioskop tanah air dan mendapat sambutan positif dari komunitas sinefil. Sekuelnya juga sempat beredar di platform streaming. Antusiasme terhadap film ketiga diperkirakan tetap tinggi, terutama karena kembalinya Blunt yang absen di Day of the Soldado. Kehadiran Blunt sebagai agen FBI Kate Macer menjadi daya tarik tersendiri, mengingat karakternya adalah jangkar moral di tengah operasi rahasia yang penuh intrik.
Meski demikian, tantangan tidak ringan. Sicario: Capos—sebutan yang beredar di kalangan industri—harus membuktikan bahwa perubahan di kursi kreatif tidak mengorbankan identitas seri. Penonton setia mungkin bertanya: apakah Knight mampu menghadirkan nuansa kelam perang narkoba di perbatasan AS-Meksiko seperti yang dulu diracik Sheridan? Atau justru pendekatan baru ini akan membawa warna berbeda yang lebih segar?
Yang jelas, produksi baru akan dimulai awal 2027. Artinya, para penggemar masih harus bersabar sekitar dua tahun sebelum melihat hasilnya. Jika berjalan lancar, Sicario 3 bisa menjadi penutup trilogi yang layak—atau justru awal dari reboot yang tidak perlu. Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: mata para penggemar thriller kriminal akan tertuju pada proyek ini.



