Skotlandia dan Jepang Kirim Whisky ke Orbit, Uji Penuaan di Luar Angkasa
Baca dalam 60 detik
- Satelit cubesat bernama Space Puffin akan membawa sampel whisky dan bahan bakunya ke orbit Bumi pada 2028 untuk misi lima tahun.
- Perubahan suhu ekstrem di luar angkasa diyakini dapat mempercepat proses pematangan whisky, menghasilkan cita rasa yang lebih kompleks.
- Eksperimen ini juga menjadi langkah awal pengembangan pabrik orbital untuk produksi molekul obat yang sulit dibuat di Bumi.

Untuk pertama kalinya, whisky akan melalui proses penuaan di luar angkasa. Tim insinyur dari Skotlandia dan Jepang bersiap meluncurkan satelit kecil berisi sampel Scotch dan bahan dasarnya pada 2028, mengorbit Bumi selama lima tahun. Misi ini bertujuan mengukur bagaimana minuman beralkohol tersebut menua di lingkungan ekstrem yang tidak dapat direplikasi di Bumi.
Satelit bernama cubesat itu akan mengelilingi planet setiap 90 menit, mengalami fluktuasi suhu drastis antara minus 150 derajat Celsius hingga 200 derajat Celsius. Menurut Dr Gilles Bailet dari University of Glasgow, siklus panas-dingin yang cepat ini diperkirakan mempercepat proses "bernapas" kayu—interaksi antara cairan dan serpihan kayu yang meniru tong kayu—sehingga pematangan berlangsung lebih singkat dibandingkan di Bumi. "Kami ingin melihat efek lingkungan luar angkasa terhadap penuaan whisky," ujarnya kepada Press Association.
Proyek yang dijuluki "Space Puffin" ini bukan sekadar eksperimen rasa. Bailet menekankan bahwa penelitian ini juga membuka wawasan tentang bagaimana pabrik di orbit dapat beroperasi, khususnya dalam memproduksi molekul obat yang sulit disintesis di Bumi. Sistem yang dikembangkan akan mendemonstrasikan ekstraksi etanol di orbit, senyawa yang berperan penting dalam pembuatan berbagai obat-obatan. "Whisky memberi kami model yang sangat dikenal dan dipahami untuk mempelajari proses biologis dan kimia dalam kondisi mikrogravitasi," jelasnya.
Meskipun satelit tidak akan membawa tong kayu penuh, sampel cairan akan ditempatkan bersama serpihan kayu kecil untuk meniru proses penuaan. Berbagai penyulingan di Skotlandia dan Jepang diharapkan menyumbangkan whisky, meskipun belum ada yang dipilih secara resmi. Data warna dan komposisi kimia akan dipantau dari Bumi selama misi berlangsung. Jika berhasil, Bailet berambisi mengembangkan sistem lengkap yang dapat mengirim Scotch ke luar angkasa dan mengembalikannya setelah matang. "Sangat mungkin untuk membawa kembali sekitar satu liter whisky dalam tiga hingga lima tahun ke depan," katanya.
"Kami sangat antusias untuk benar-benar menerbangkan sistem pembuatan whisky lengkap, dengan tong penuh, jika kami dapat bekerja sama dengan investor atau pihak lain yang tertarik." — Dr Gilles Bailet, University of Glasgow
Proyek ini juga melibatkan konsultan desain penyulingan Allen Associates, yang memberikan hibah untuk kunjungan awal ke Jepang. Geoff Nisbet, insinyur proses utama di firma tersebut, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung proyek yang menggabungkan industri whisky Skotlandia, inovasi teknik, dan generasi insinyur berikutnya. "Ada sesuatu yang pas tentang Skotlandia dan Jepang yang kembali disatukan melalui whisky, kali ini dengan proyek yang melihat jauh melampaui penyulingan itu sendiri," ujarnya.
Bagi Indonesia, eksperimen ini mungkin tampak jauh dari realitas sehari-hari, namun implikasinya pada industri farmasi dan teknologi pangan bisa signifikan. Kemampuan memproduksi molekul obat di orbit dapat membuka jalan bagi produksi obat-obatan yang selama ini mahal atau sulit dibuat di Bumi. Selain itu, teknik pematangan dipercepat dapat menginspirasi inovasi dalam industri makanan dan minuman lokal, meskipun tantangan biaya peluncuran masih menjadi penghalang utama. Jika proyek ini sukses, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita melihat produk fermentasi Nusantara—seperti tuak atau brem—diuji di stasiun luar angkasa.
Dengan peluncuran yang masih empat tahun lagi, pertanyaan besarnya adalah apakah percepatan penuaan di orbit benar-benar menghasilkan kualitas yang lebih baik, atau justru sebaliknya. Yang jelas, batas antara sains, industri, dan eksplorasi angkasa semakin tipis. Apakah whisky luar angkasa akan menjadi tren baru atau sekadar eksperimen mahal? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah kecil ini bisa menjadi lompatan besar bagi kimia orbital.



