21 Tahun Castlevania: Dawn of Sorrow, Warisan yang Tetap Hidup di Nintendo DS
Baca dalam 60 detik
- Tepat 21 tahun lalu, Konami merilis Castlevania: Dawn of Sorrow untuk Nintendo DS, sekuel langsung dari Aria of Sorrow yang menampilkan kembali Soma Cruz.
- Game ini mencetak metascore 89 di Metacritic dan menjadi salah satu dari sepuluh game DS dengan skor tertinggi sepanjang masa.
- Setelah 12 tahun vakum, Konami akan menghidupkan kembali seri Castlevania lewat Belmont's Curse pada 15 Oktober 2026, menandai babak baru waralaba legendaris ini.

Pada 4 Oktober 2006, Konami merilis Castlevania: Dawn of Sorrow untuk Nintendo DS, sebuah judul yang hingga kini dianggap sebagai salah satu game terbaik di platform genggam tersebut. Dua dekade lebih berlalu, game ini masih menjadi tolok ukur bagi penggemar metroidvania dan pengamat industri yang menilai bagaimana sebuah sekuel dapat melampaui pendahulunya.
Dawn of Sorrow merupakan sekuel langsung dari Castlevania: Aria of Sorrow yang dirilis untuk Game Boy Advance. Keputusan menghadirkan kembali Soma Cruz sebagai protagonis terbilang langka dalam waralaba yang sering berganti karakter utama. Alur ceritanya berlangsung setahun setelah peristiwa Aria of Sorrow, ketika kekuatan jiwa Soma kembali muncul secara misterius setelah serangan sekte terhadap rumahnya. Soma kemudian harus menggagalkan upaya sekte tersebut membangkitkan Count Dracula.
Perpindahan dari Game Boy Advance ke Nintendo DS membawa perubahan signifikan pada sisi teknis. Layar ganda DS dimanfaatkan untuk menampilkan peta secara bersamaan dengan area permainan, sementara layar sentuh digunakan untuk mekanisme baru seperti sistem Magic Seal. Meski demikian, fondasi gameplay inti tetap dipertahankan, mencakup eksplorasi, pertarungan, dan elemen RPG yang menjadi ciri khas seri ini.
Kritikus pada masanya memuji eksplorasi, sistem pertarungan, mekanisme RPG, desain level, serta konten tambahan setelah game tamat. Namun, perubahan gaya seni yang cukup mencolok dari pendahulunya dan beberapa mekanisme khusus DS mendapat tanggapan yang lebih beragam. Perdebatan estetika ini justru memperkuat posisi Dawn of Sorrow sebagai subjek diskusi panjang di komunitas penggemar.
Sejak rilis awalnya, Dawn of Sorrow telah dihadirkan kembali ke platform modern melalui Castlevania Dominus Collection, memungkinkan generasi baru pemain mengaksesnya tanpa harus memiliki konsol DS. Langkah ini sejalan dengan strategi Konami yang dalam beberapa tahun terakhir aktif membangkitkan kembali waralaba klasiknya setelah hampir satu dekade absen dari industri game.
Kebangkitan Konami tersebut semakin terlihat dengan perilisan Silent Hill: Townfall bulan lalu dan Castlevania: Belmont's Curse yang tinggal menghitung hari. Belmont's Curse akan menjadi entri Castlevania pertama setelah 12 tahun vakum, dan dijadwalkan meluncur pada 15 Oktober 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch, dan PC. Demo gratisnya sudah tersedia, dengan progres yang dapat dibawa ke versi penuh.
Bagi pasar Indonesia, momen ini relevan mengingat besarnya basis penggemar game retro dan metroidvania di Tanah Air. Kehadiran demo gratis dan rilis multi-platform membuka peluang lebih luas bagi pemain lokal untuk mencoba tanpa hambatan perangkat. Selain itu, portofolio Castlevania di platform modern dapat mendorong pertumbuhan komunitas speedrun dan konten kreator game klasik di Indonesia.
Pertanyaannya kini, apakah Belmont's Curse mampu mengulang kesuksesan kritis Dawn of Sorrow, atau justru menjadi penanda bahwa formula lama perlu dirombak total? Dengan demo yang sudah bisa diakses, publik akan segera menilai arah baru waralaba ini sebelum peluncuran resminya pekan depan.



