Pixel Tunes After Hours: CD Player Transparan yang Menyala di Kegelapan, Dijual Rp1,3 Juta
Baca dalam 60 detik
- Sincere Inc. merilis Pixel Tunes edisi terbatas After Hours dengan material fosforesen yang memancarkan cahaya hijau saat lampu dimatikan.
- Perangkat ini menggabungkan estetika retro-futuristik dengan Bluetooth 5.3 dan baterai USB-C, menyasar kolektor CD yang merindukan format fisik.
- Dijual 12.980 yen (sekitar US$83), produk ini hanya tersedia di Jepang namun dapat dikirim ke luar negeri melalui layanan forwarding atau Amazon Japan.

Di tengah dominasi streaming digital, Sincere Inc. meluncurkan Pixel Tunes, pemutar CD portabel Bluetooth dengan edisi terbatas bernama After Hours. Yang membedakannya dari pemutar CD biasa: cangkang transparan berwarna hijau yang menyala dalam gelap berkat material fosforesen. Produk ini dijual seharga 12.980 yen atau sekitar US$83 (Rp1,3 juta) dan menjadi salah satu dari empat varian warna tembus pandang yang ditawarkan.
Langkah Sincere Inc. ini bukan sekadar nostalgia. Pasar perangkat audio fisik tengah mengalami kebangkitan niche, didorong oleh konsumen yang lelah dengan langganan digital dan ingin memiliki koleksi yang bisa disentuh. Pixel Tunes menyasar segmen tersebut dengan desain yang oleh perusahaan disebut sebagai representasi budaya transisi dari "kehidupan terang sehari-hari ke dunia malam yang privat".
Secara spesifikasi, pemutar ini tidak sekadar mengandalkan estetika. Ia dilengkapi Bluetooth 5.3 untuk koneksi nirkabel, baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang via USB-C, serta port headphone 3.5mm. Daya tahan baterainya mencapai 5-7 jam pemutaran. Tombol fisik untuk mode putar, lewati, berhenti, dan putar/jeda tersedia, begitu pula roda volume yang sekaligus berfungsi sebagai tombol daya.
Meski demikian, ada beberapa keterbatasan yang perlu dicermati. Sincere Inc. tidak mencantumkan dukungan untuk CD-R atau CD-RW yang biasa digunakan untuk membakar musik sendiri. Tidak ada pula informasi mengenai kompatibilitas dengan file MP3 di dalam disk maupun pemutaran audio via USB. Bagi kolektor yang memiliki tumpukan CD hasil burning, ketiadaan detail ini bisa menjadi pertimbangan serius.
"Saat lampu dimatikan, bodi perangkat memancarkan cahaya hijau lembut yang fantastis," ujar Sincere Inc. dalam halaman produk resminya.
Bagi konsumen di Indonesia yang tertarik, produk ini tidak dijual secara langsung di pasar domestik. Pembelian dapat dilakukan melalui layanan forwarding atau Amazon Japan yang menyediakan pengiriman internasional ke beberapa negara, termasuk kemungkinan Indonesia. Namun, pembeli perlu memperhitungkan biaya pengiriman dan potensi bea masuk yang bisa menambah total pengeluaran.
Fenomena pemutar CD transparan ternyata tidak berdiri sendiri. Pada 2026, beberapa produsen lain juga merilis perangkat serupa, seperti pemutar bertema Death Stranding 2 berwarna oranye hasil kolaborasi desainer game Hideo Kojima dengan perusahaan audio km5. Ini menandakan bahwa segmen audio fisik tetap hidup, meski dalam lingkup terbatas.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Sincere Inc. akan memperluas kompatibilitas format atau tetap fokus pada desain sebagai daya tarik utama. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin pemutar CD portabel kembali menjadi barang gaya, bukan sekadar alat pemutar musik. Namun, tanpa dukungan format yang jelas, produk seperti Pixel Tunes berisiko hanya menjadi pajangan bagi sebagian pengguna.



