RuneFest 2026: Jagex Umumkan MMO RuneScape Keempat dan Adaptasi Animasi
Baca dalam 60 detik
- Jagex mengumumkan MMO RuneScape keempat yang masih dalam tahap awal pengembangan dan akan dibangun dengan Unreal Engine.
- Perusahaan juga menggandeng Charlie White (MoistCr1TiKaL) dan Lyrical Media untuk menggarap adaptasi animasi dunia Gielinor.
- Sejumlah pembaruan besar untuk RuneScape dan Old School RuneScape dijadwalkan hadir mulai Oktober 2026 hingga 2027.

Jagex membuka gelaran RuneFest 2026 dengan pengumuman yang mengejutkan: sebuah MMO RuneScape keempat sedang dikembangkan. Proyek ambisius ini masih berada di tahap awal dan akan menggunakan Unreal Engine untuk menghidupkan dunia Gielinor dengan visual yang jauh lebih modern. Pengumuman tersebut menjadi puncak acara tahunan yang selama ini dikenal sebagai perayaan terbesar bagi para penggemar waralaba RuneScape.
Langkah ini menandai babak baru bagi Jagex setelah sebelumnya merilis MMO spin-off RuneScape: Dragonwilds dan memperluas area ekspansi di seri utama. Perusahaan tampaknya tidak ingin berhenti pada satu lini produk saja. Mereka juga mengumumkan kemitraan dengan kreator internet Charlie White, yang lebih dikenal sebagai MoistCr1TiKaL, serta rumah produksi Lyrical Media yang berbasis di Los Angeles. Kolaborasi ini bertujuan mengangkat dunia, karakter, dan cerita Gielinor ke dalam format adaptasi animasi.
Selain proyek jangka panjang tersebut, Jagex membeberkan sederet pembaruan untuk game yang sudah berjalan. RuneScape Reignited dijadwalkan meluncur pada 2 Desember 2026 dan disebut sebagai momen penentu yang mengundang pemain lama maupun baru untuk kembali menjelajahi RuneScape. Pembaruan ini mencakup Remastered Journey, Adventure Guide, ekonomi yang diperbarui, papan skor baru, serta pendekatan yang lebih mengutamakan pemain. Menariknya, akses penuh ke Reignited dapat dinikmati tanpa keanggotaan pada 2 hingga 12 Desember 2026.
Memasuki 2027, pemain akan disuguhi tiga arc cerita penting yang terhubung dengan alur panjang RuneScape. Hoard of Dragons yang dirilis Januari menjadi sekuel dari quest populer Dragon Slayer. City of Gnomes melanjutkan kisah gnome yang pertama kali dimulai pada 2002, sementara Secrets of Karamja memperkenalkan raid end-game baru. Ketiga arc ini juga akan disertai rework skill Agility, boss solo dan skilling baru, perluasan area, serta Grandmaster Quest yang telah lama dinanti.
Untuk Old School RuneScape, pembaruan juga tidak kalah signifikan. Menaphos akan dibuka pada 2027, mengungkap kelanjutan kisah Amascut melalui quest tingkat Master berjudul Fool's Gold. Ini juga menandai hadirnya Skilling Dungeon pertama di Old School, serta Soul Altar yang selama ini dinanti-nantikan, tersembunyi di kedalaman Jalanam, Piramida Firaun. Sementara itu, Plugin API yang telah lama ditunggu akhirnya akan diluncurkan pada Oktober, dengan kesempatan uji coba lebih awal bagi para pemain.
"Kami ingin memberikan pengalaman RuneScape terbaik bagi pemain lama dan baru, dengan konten yang terus berkembang dan komunitas yang tetap menjadi prioritas," ujar perwakilan Jagex dalam pengumuman resminya.
RuneScape: Dragonwilds juga kebagian perhatian. Pembaruan Luminance yang akan datang pada Desember 2026 menjadi prelude bagi Blood Crystal Saga yang dimulai awal 2027 melalui Song of Rebellion. Update ini akan menghadirkan Elf ke dalam Dragonwilds, opsi kustomisasi bertema elf untuk karakter dan bangunan, serta skill Prayer. Selanjutnya, Blood Crystal Saga akan menampilkan musuh ikonik seperti Moss Giants, Kebbits, dan Implings, skill Hunter, area baru, quest, gear, serta dekorasi rumah yang terinspirasi dari kota klasik Prifddinas.
Dragonwilds juga akan menerima pembaruan kuartalan yang mencakup skill baru seperti Hunter dan Slayer, serta pembaruan bulanan berisi side quest, senjata, dekorasi, dan peningkatan kualitas hidup. Yang tak kalah penting, modding resmi akan hadir pada 2027 melalui kemitraan dengan CurseForge, lengkap dengan alat kreasi khusus serta browser dan installer mod dalam game yang tersedia di semua platform, termasuk konsol.
Dengan rangkaian pengumuman ini, Jagex seolah menegaskan bahwa RuneScape bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan ekosistem yang terus berevolusi. Pertanyaannya, akankah strategi ekspansi agresif ini mampu menarik generasi baru pemain tanpa mengorbankan basis penggemar setianya? Waktu yang akan membuktikan, tetapi langkah Jagex tahun ini menunjukkan mereka serius untuk tetap relevan di industri MMO yang kompetitif.



