Fast & Furious Merambah ke Serial TV, Peacock Siapkan Debut 2028
Baca dalam 60 detik
- Peacock resmi memberikan lampu hijau untuk serial televisi yang diadaptasi dari waralaba Fast & Furious, dengan target tayang perdana pada 2028.
- Vin Diesel tidak hanya menjadi bintang utama, tetapi juga akan bertindak sebagai produser eksekutif, sementara Mike Daniels dan Wolfe Coleman dipercaya sebagai showrunner.
- Keputusan ini diambil meski film Fast Forever yang disebut sebagai penutup seri baru akan memasuki produksi pada Desember tahun ini.

Waralaba Fast & Furious yang telah lama menguasai layar lebar kini bersiap melaju ke ranah streaming. Peacock secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memberikan lampu hijau untuk produksi serial televisi yang diangkat dari jagat balap jalanan tersebut, dengan target penayangan perdana pada 2028. Langkah ini menandai ekspansi pertama franchise tersebut ke format serial setelah lebih dari dua dekade hanya hadir di bioskop.
Serial ini akan digarap oleh Mike Daniels, yang sebelumnya dikenal melalui Sons of Anarchy dan Shades of Blue, bersama Wolfe Coleman. Keduanya akan menulis pilot sekaligus menjabat sebagai showrunner dan produser eksekutif. Vin Diesel, yang selama ini identik dengan karakter Dominic Toretto, dikonfirmasi akan duduk sebagai produser eksekutif. Meski demikian, belum ada kepastian apakah ia akan kembali memerankan tokoh ikoniknya tersebut, mengingat nasib Dom di film Fast Forever masih menjadi tanda tanya.
Keputusan Peacock ini bukan tanpa alasan. Waralaba Fast & Furious telah menghasilkan pendapatan global lebih dari 7 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu properti intelektual paling menguntungkan di Hollywood. Namun, beberapa tahun terakhir menunjukkan tanda-tanda kelelahan: Fast X yang dirilis 2023 menerima respons beragam, dan penundaan Fast Forever yang berulang kali mundur memicu spekulasi tentang masa depan seri. Dengan melompat ke televisi, Peacock tampaknya ingin menjaga denyut waralaba tetap hidup di antara penonton setia yang enggan menunggu terlalu lama.
Dari sisi industri, langkah ini mengikuti tren yang semakin umum: waralaba film besar beralih ke serial streaming untuk memperluas jangkauan dan memperdalam cerita. Disney telah melakukannya dengan Marvel dan Star Wars, sementara Warner Bros. menggarap serial Harry Potter untuk HBO. Bagi Peacock, yang tengah berjuang mengejar Netflix dan Disney+ dalam hal jumlah pelanggan, memiliki konten eksklusif dari merek sebesar Fast & Furious bisa menjadi daya tarik signifikan. Namun, tantangannya adalah mempertahankan kualitas dan anggaran produksi yang biasanya jauh lebih besar untuk film layar lebar.
Vin Diesel sendiri dikabarkan sangat antusias dengan proyek ini. Dalam sebuah pernyataan kepada penggemar, ia menyebut naskah Fast Forever yang ditulis Michael Lesslie sebagai "naskah terbaik yang saya baca dalam beberapa dekade" dan mengaku sampai menitikkan air mata. Ia juga menegaskan bahwa produksi film akan dimulai Desember nanti. Louis Leterrier, yang menyutradarai Fast X, akan kembali mengarahkan Fast Forever, sehingga gaya visual dan kesinambungan cerita diharapkan tetap terjaga.
"Ini adalah naskah terbaik yang saya baca dalam beberapa dekade. Saya sampai menangis," ujar Vin Diesel kepada para penggemar, seperti dikutip dari Polygon.
Selain Diesel, sejumlah aktor utama diperkirakan akan kembali, seperti Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Tyrese Gibson, dan Ludacris. Adegan pasca-kredit Fast X juga mengisyaratkan kembalinya Gisele Yashar (Gal Gadot) dan Luke Hobbs (Dwayne Johnson). Diesel sebelumnya menyatakan bahwa salah satu syarat untuk film penutup adalah mempertemukan kembali Dom dan Brian O'Conner, karakter yang diperankan mendiang Paul Walker. Caleb Walker, yang membantu sebagai double untuk saudaranya di Furious 7, menilai kembalinya Brian bisa saja terjadi, "tetapi itu butuh pertimbangan matang dan harus dilakukan dengan penuh rasa hormat."
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar. Waralaba Fast & Furious memiliki basis penggemar besar di tanah air, dengan setiap perilisan filmnya selalu menjadi salah satu judul terlaris di bioskop nasional. Kehadiran serial di Peacock mungkin tidak langsung dapat diakses secara legal di Indonesia, mengingat layanan tersebut belum tersedia secara resmi. Namun, bukan tidak mungkin serial ini akan didistribusikan melalui platform streaming lain yang beroperasi di Indonesia, seperti yang sering terjadi pada konten Peacock lainnya. Jika demikian, penonton Indonesia bisa berharap dapat menyaksikan kelanjutan kisah Dom dan kawan-kawan tanpa harus menunggu lama setelah tayang di AS.
Dengan diumumkannya serial ini, masa depan Fast & Furious tampak semakin bercabang. Film Fast Forever digadang-gadang sebagai akhir dari saga utama, tetapi serial televisi membuka peluang spin-off dan cerita sampingan yang lebih luas. Apakah Peacock mampu menghadirkan sensasi balapan dan aksi yang setara dengan filmnya? Atau justru sebaliknya, waralaba ini mulai kehabisan bensin? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Fast & Furious belum siap untuk berhenti.



