Setahun Usai Esai 'Toxic Mom Group', Suami Ashley Tisdale Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Christopher French menegaskan rumah tangganya dengan Ashley Tisdale tetap harmonis meski esai kontroversial sang istri sempat memicu spekulasi publik.
- Esai di The Cut yang menyoroti perilaku 'mean-girl' dalam lingkaran pertemanan ibu-ibu memicu reaksi keras dari Mandy Moore dan Hilary Duff.
- Kasus ini menyoroti tekanan sosial yang dihadapi perempuan publik dalam menjaga batas pertemanan dan citra sebagai ibu.

Hampir setahun setelah Ashley Tisdale menuai kontroversi akibat esainya tentang lingkaran pertemanan ibu-ibu yang dianggap toksik, suaminya, Christopher French, akhirnya angkat bicara. Dalam wawancara dengan Page Six, musisi yang juga host podcast Recovering itu memastikan kondisi rumah tangga mereka baik-baik saja. "Kami baik-baik saja," ujarnya singkat, seraya menegaskan bahwa ia sepenuhnya mendukung cara istrinya mengelola hubungan interpersonal.
Pernyataan itu menjadi penutup panjang dari drama yang meletus awal tahun ini. Tisdale, aktris yang dikenal lewat High School Musical, menulis esai untuk The Cut yang mengkritik perilaku "mean-girl" di antara sesama ibu. Tanpa menyebut nama, ia mengaku memutuskan hubungan dengan sejumlah teman dari kelompok ibu yang ia nilai tidak sehat. Tulisan itu langsung memicu spekulasi liar, terutama karena Tisdale berada di lingkaran selebritas Hollywood yang saling mengenal.
Dalam esainya, Tisdale menggambarkan pengalaman pribadinya menghadapi dinamika grup yang eksklusif. Ia menyebut adanya rantai pesan grup yang tidak melibatkan semua orang, serta acara kumpul yang tidak mengundangnya. "Hal yang tidak dipersiapkan siapa pun untuk saya: kelompok ibu bisa berubah menjadi toksik. Bukan karena para ibunya sendiri orang yang toksik, tetapi karena dinamikanya bergeser ke tempat yang buruk dengan perilaku mean-girl," tulisnya saat itu.
Reaksi dari rekan-rekan sesama ibu di Hollywood pun tak terhindarkan. Mandy Moore, dalam wawancara di acara radio SiriusXM, mengaku sedih dan terkejut dengan tulisan tersebut. "Sungguh liar ketika orang lain membicarakan hidup Anda. Ini berbeda dan jauh lebih menyakitkan. Menusuk sampai ke inti," kata Moore. Ia menekankan bahwa menjadi orang baik adalah hal terpenting dalam hidupnya, dan tuduhan yang menyiratkan sebaliknya sangat melukai.
"Saya tidak masalah mendukung istri saya sepenuhnya dalam kemampuannya menangani hubungan interpersonalnya dengan cara apa pun yang dia rasa benar, tanpa terlibat atau merasa harus berbicara untuknya." โ Christopher French
Hilary Duff, yang juga sempat dikaitkan dengan esai itu, mengaku "sangat sedih" dan "terkejut". Dalam podcast Call Her Daddy, ia membantah klaim dalam tulisan Tisdale. "Sulit membaca sesuatu yang tidak benar, dan itu menyakitkan bagi enam perempuan serta seluruh hidup mereka," ujarnya. Duff menegaskan bahwa ia memiliki lingkaran pertemanan yang solid dan beragam, dan tidak pernah merasa menjadi bagian dari kelompok yang dituduhkan.
Meski sempat menimbulkan gejolak, Tisdale tampaknya tidak menyesali keputusannya. Dalam wawancara terpisah dengan WWD, ia menyatakan respons yang diterima justru positif dari audiens yang ia tuju. "Saya pikir untuk audiens yang tepat, responsnya luar biasa. Tulisan itu sampai ke orang yang memang membutuhkannya," katanya. Ia menilai esai tersebut berhasil menyentuh mereka yang mungkin mengalami situasi serupa.
Kisah ini bukan sekadar drama selebritas. Ia menyoroti tekanan sosial yang kerap dihadapi perempuan, terutama ibu-ibu, dalam menjaga batas pertemanan. Lingkaran pertemanan yang seharusnya menjadi sumber dukungan bisa berubah menjadi arena kompetisi dan eksklusi. Tisdale, dengan keberaniannya membuka pengalaman pribadi, telah memicu percakapan lebih luas tentang kesehatan mental dan dinamika sosial di antara para ibu.
Ke depan, publik mungkin akan terus mengamati bagaimana Tisdale dan rekan-rekannya menavigasi hubungan mereka. Apakah esai itu akan menjadi katalis untuk perubahan budaya pertemanan yang lebih sehat, atau justru memperlebar jarak di antara mereka? Yang jelas, bagi Tisdale, batas-batas yang ia tetapkan tampaknya telah membawa ketenangan, setidaknya menurut sang suami.



