Deadlock Cetak Rekor Pemain Baru Usai Patch City Never Sleeps
Baca dalam 60 detik
- Valve merilis patch besar City Never Sleeps untuk Deadlock, memicu lonjakan pemain ke rekor tertinggi 228.086 bersamaan.
- Pembaruan menghadirkan enam hero baru, perubahan peta, dan perbaikan antarmuka yang signifikan.
- Pertumbuhan basis pemain Deadlock selama setahun terakhir menandakan prospek positif meski masih dalam tahap beta.

Game MOBA besutan Valve, Deadlock, menorehkan rekor jumlah pemain bersamaan tertinggi sepanjang sejarah setelah peluncuran patch besar bertajuk City Never Sleeps. Data dari SteamDB menunjukkan puncak pemain bersamaan mencapai 228.086 orang, melampaui rekor sebelumnya 171.490 yang tercatat pada September 2024. Lonjakan ini menjadi sinyal positif bagi game yang masih berada dalam fase early access tersebut.
Patch City Never Sleeps yang dirilis pada awal pekan ini membawa sejumlah perubahan signifikan, mulai dari penambahan enam hero baru, perombakan peta, hingga penyempurnaan antarmuka pengguna. Menurut catatan Valve, pembaruan ini merupakan salah satu yang terbesar sejak Deadlock pertama kali diperkenalkan. Antusiasme pemain pun langsung terlihat dari lonjakan drastis jumlah pemain yang mengakses game dalam waktu singkat setelah patch tersedia.
Perombakan peta menjadi salah satu daya tarik utama. Setiap area kini memiliki identitas visual yang berbeda, menambah keragaman dan mempercantik tampilan game. Secara struktural, peta diperluas dengan penambahan terowongan dan perubahan jalur serta bangunan, yang menurut pengembang akan membutuhkan waktu adaptasi bagi pemain lama. Perubahan ini tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi juga memengaruhi dinamika permainan secara keseluruhan.
Selain itu, keenam hero baru akan dirilis secara bertahap berdasarkan voting penggemar. Hero pertama dijadwalkan meluncur pada 2 Oktober, disusul rilis berikutnya setiap hari Selasa dan Rabu. Karakter seperti Rat King dan Baba dinilai memiliki mekanisme unik sehingga berpeluang besar menjadi yang pertama hadir. Strategi peluncuran bertahap ini diyakini dapat menjaga keterlibatan pemain dalam jangka panjang.
"Peningkatan jumlah pemain yang konsisten sejak awal tahun 2026 menunjukkan bahwa Deadlock memiliki fondasi komunitas yang kuat," ujar seorang analis industri game yang enggan disebutkan namanya.
Sepanjang tahun 2025, Deadlock tidak pernah menembus 70.000 pemain bersamaan. Namun, setiap bulan di tahun 2026 selalu melampaui angka tersebut, dengan puncak terbaru yang jauh lebih tinggi. Tren ini mengindikasikan bahwa game tersebut berhasil mempertahankan minat pemain meski belum dirilis secara resmi. Valve tampaknya terus berkomitmen mengembangkan konten dan mendengarkan masukan komunitas.
Bagi pasar Indonesia, fenomena Deadlock dapat menjadi cerminan bagaimana game dengan model akses awal dan pembaruan berkala mampu membangun basis penggemar setia. Industri game Tanah Air yang sedang tumbuh dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya interaksi dengan komunitas dan penyediaan konten yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan patch ini juga menunjukkan bahwa pemain Indonesia yang gemar MOBA berpotensi menjadi bagian dari pertumbuhan global Deadlock, terutama jika game tersebut resmi hadir di wilayah Asia Tenggara.
Ke depan, tantangan bagi Valve adalah mempertahankan momentum ini hingga peluncuran penuh. Apakah lonjakan pemain pasca-patch akan bertahan atau hanya bersifat sementara? Jawabannya akan terlihat dari konsistensi pembaruan dan respons komunitas dalam beberapa bulan mendatang.



