Claude Alami Gangguan Global, Anthropic Akui Error dan Lakukan Mitigasi
Baca dalam 60 detik
- Layanan AI Claude dari Anthropic dilaporkan down di berbagai platform pada 20 September 2026, memicu ribuan keluhan pengguna.
- Anthropic mengonfirmasi lonjakan error dan menerapkan mitigasi, namun masalah sign-in serta sesi Code dan Cowork masih berlanjut.
- Insiden ini menyoroti risiko ketergantungan pada layanan AI cloud, termasuk bagi pengguna dan pengembang di Indonesia.

Layanan chatbot AI Claude yang dikembangkan Anthropic mengalami gangguan signifikan pada Sabtu, 20 September 2026, waktu Amerika Serikat. Ribuan pengguna di seluruh dunia melaporkan kegagalan akses, mulai dari pesan error saat mengirim percakapan hingga kesulitan masuk ke akun. Gangguan ini mencuat pertama kali melalui lonjakan laporan di platform pemantau Down Detector, yang pada puncaknya mencatat lebih dari 11.800 keluhan.
Anthropic bergerak cepat mengonfirmasi insiden tersebut melalui halaman status resmi mereka. Perusahaan menyatakan tengah menyelidiki "elevated error rates" yang memengaruhi Claude.ai, aplikasi desktop dan mobile, Claude Code, serta Claude Cowork. Dalam pernyataan awalnya, Anthropic memperingatkan bahwa pengguna mungkin mengalami permintaan gagal, error saat memuat atau mengirim percakapan, atau diminta login ulang. Mereka menyarankan pengguna untuk mencoba kembali beberapa saat kemudian.
Gangguan ini tidak hanya berdampak pada pengguna individu, tetapi juga pada pengembang dan tim yang mengandalkan Claude Code dan Cowork untuk pekerjaan sehari-hari. Seorang jurnalis TechRadar bahkan mengalami kesulitan mendaftar akun baru, terjebak dalam loop error yang membuatnya tidak bisa mengakses layanan sama sekali. Kejadian ini memperlihatkan bahwa bahkan layanan AI yang dikelola perusahaan terkemuka pun rentan terhadap gangguan teknis yang dapat mengganggu produktivitas.
Pada pukul 10:41 ET, Anthropic mengumumkan bahwa mereka telah menerapkan tindakan mitigasi dan tingkat error menurun drastis. Meski demikian, sejumlah masalah masih tersisa, terutama terkait proses sign-in, termasuk single sign-on dan Sign in with Apple, pembuatan obrolan baru, percakapan suara, unggah file, pembelian, serta sesi Claude Code dan Cowork. Perusahaan menyarankan pengguna yang sudah login untuk tidak keluar dari akun mereka.
"Kami menerapkan mitigasi dan tingkat error telah turun secara substansial. Beberapa upaya sign-in, tindakan akun, dan sesi Claude Code dan Cowork masih gagal. Kami terus bekerja untuk perbaikan penuh," tulis Anthropic dalam pembaruan statusnya.
Memasuki pukul 11:00 ET, Anthropic merilis pembaruan besar yang menyatakan bahwa error utama telah teratasi dan percakapan yang sudah ada sebagian besar berfungsi kembali. Namun, masalah sekunder yang menghambat login dan fitur lainnya masih dalam penanganan. Tim belum memberikan estimasi waktu pasti kapan seluruh layanan akan pulih sepenuhnya.
Bagi pengguna di Indonesia, gangguan ini menjadi pengingat akan risiko ketergantungan pada layanan AI berbasis cloud. Claude telah menjadi salah satu alat bantu populer di kalangan profesional, peneliti, dan pengembang di Tanah Air, terutama untuk tugas-tugas penulisan, analisis data, dan coding. Ketika layanan seperti ini down, alur kerja dapat terhambat, terutama jika tidak ada alternatif lokal yang setara. Selain itu, insiden ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi cepat dari penyedia layanan AI, karena pengguna perlu mengetahui status dan langkah mitigasi yang dilakukan.
Anthropic tercatat cukup responsif dalam menangani gangguan ini, dengan pembaruan berkala di halaman status mereka. Meski demikian, pertanyaan tentang ketahanan infrastruktur AI masih relevan. Seiring meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor, termasuk di Indonesia, keandalan layanan menjadi faktor krusial. Pengguna dan perusahaan perlu mempertimbangkan strategi mitigasi risiko, seperti menggunakan beberapa penyedia AI atau memiliki sistem cadangan.
Ke depan, insiden ini dapat mendorong diskusi lebih luas tentang standar keandalan layanan AI dan bagaimana penyedia menangani gangguan skala besar. Apakah Anthropic akan mengungkap akar masalah dan langkah pencegahan? Dan bagaimana pengguna di Indonesia dapat memastikan kelangsungan operasional saat layanan AI global terganggu? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terus relevan seiring AI menjadi tulang punggung transformasi digital.



