Persis Solo Lepas Theo Leeming dan Dedy Gusmawan ke Timnas U-20, Sinyal Klub Mulai Panen Pemain Muda
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo mengirim winger Theo Leeming dan asisten pelatih Dedy Gusmawan untuk bergabung dengan TC Timnas Indonesia U-20 di Xianghe, China, 28 Septemberโ6 Oktober 2026.
- Keputusan ini menegaskan peran ganda Persis sebagai pemasok pemain dan staf pelatih untuk skuad Garuda Muda, sekaligus bukti investasi jangka panjang klub di sektor pembinaan.
- Dengan Piala Asia U-20 2027 tinggal enam bulan lagi, sinergi klub-timnas menjadi ujian awal keseriusan ekosistem sepak bola nasional menyiapkan generasi emas.

Jelang Piala Asia U-20 2027, Persis Solo mengambil langkah strategis dengan melepas dua personelnya ke Timnas Indonesia U-20 untuk mengikuti pemusatan latihan di Xianghe, China, 28 September hingga 6 Oktober 2026. Winger berusia 18 tahun, Theodore Leeming, kembali dipercaya memperkuat lini serang Garuda Muda, sementara asisten pelatih Dedy Gusmawan ditunjuk masuk jajaran staf kepelatihan Nova Arianto.
Langkah ini bukan sekadar formalitas administratif. Bagi Persis, melepas pemain dan pelatih ke timnas di tengah kompetisi domestik yang sedang berjalan menunjukkan orientasi jangka panjang: membangun reputasi sebagai klub yang serius mengembangkan talenta muda, bukan sekadar mengejar hasil instan di Liga 1.
Theo Leeming, pemain kelahiran Perth, Australia, itu telah menunjukkan kualitasnya di level internasional. Dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, ia tampil dua kali sebagai starter dari tiga laga dan mencetak gol pembuka kemenangan atas Australia U-20. Performa itu berbanding lurus dengan menit bermainnya di Persis Solo, di mana ia mulai dipercaya sebagai starter dalam dua pertandingan terakhir, termasuk saat timnya menghancurkan PSBS Biak 7-0.
Kehadiran Dedy Gusmawan di staf kepelatihan juga menarik dicermati. Ia bukan nama baru di lingkaran timnas kelompok umur. Sebelum bergabung dengan Persis Solo, ia sempat menjadi asisten Nova Arianto di Timnas U-19 sejak Mei 2026, setelah sebelumnya menangani Malut United bersama Imran Nahumarury dan Hendri Susilo. Pengalaman itu memberi kontinuitas taktik yang dibutuhkan Garuda Muda, terutama dalam transisi dari kualifikasi ke putaran final.
"Theo Leeming kembali mendapat panggilan Timnas Indonesia U-20 untuk pemusatan latihan dan uji tanding di China guna persiapan AFC U-20 Asian Cup 2027, bersama dengan Dedy Gusmawan yang juga dipercaya masuk jajaran staf kepelatihan," demikian pernyataan resmi Persis Solo.
Dari kacamata ekosistem sepak bola nasional, langkah Persis ini memperkuat tren yang mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir: klub-klub Liga 1 tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam pembinaan timnas. Mereka mulai mengambil peran aktif dengan menyediakan menit bermain bagi pemain muda dan melepas staf pelatih untuk mengasah kemampuan di level internasional. Dampaknya bisa berlipat, baik bagi kualitas skuad Garuda Muda maupun bagi standar kepelatihan di klub itu sendiri.
Namun, tantangan tetap ada. Melepas pemain kunci di tengah jadwal kompetisi yang padat berisiko mengganggu performa klub. Persis Solo tampaknya telah menghitung risiko ini, mengingat Theo baru saja mulai menemukan ritme permainan. Keputusan ini bisa dibaca sebagai taruhan jangka panjang: jika Theo bersinar di Piala Asia U-20, nilai jualnya sebagai aset klub akan melonjak, dan Persis akan mendapat legitimasi sebagai klub pengembang talenta.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya para penggemar sepak bola, pertanyaannya bukan lagi apakah Timnas U-20 mampu bersaing di China nanti, melainkan seberapa besar keseriusan klub-klub Liga 1 untuk menjadikan pembinaan sebagai budaya, bukan proyek sesaat. Jika lebih banyak klub mengikuti jejak Persis, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki kedalaman skuad yang lebih mumpuni di setiap kelompok umur.
Enam bulan menuju Piala Asia U-20 2027 adalah waktu yang cukup untuk membangun fondasi, tetapi juga terlalu singkat jika hanya mengandalkan program jangka pendek. Publik akan menanti apakah sinergi klub-timnas ini berlanjut menjadi kebijakan sistematis, atau sekadar angin lalu sebelum kompetisi bergulir.



