Thailand Hancurkan Vietnam 2-0, Tiket Final ASEAN Cup 2026 di Tangan
Baca dalam 60 detik
- Thailand mengalahkan Vietnam 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dan memastikan tempat di final FIFA ASEAN Cup 2026.
- Gol Sarach Yooyen dan Chaiyaphon Otton membawa Thailand memuncaki Grup B dengan enam poin, sementara Vietnam gagal memanfaatkan penguasaan bola.
- Hasil ini menjadi pukulan bagi ambisi Vietnam dan menegaskan dominasi Thailand di sepak bola Asia Tenggara, sekaligus menyisakan laga melawan Filipina.

Timnas Thailand memastikan langkah ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Vietnam dengan skor 2-0 pada laga lanjutan Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) malam WIB. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Thailand di fase grup, sekaligus mengunci posisi puncak klasemen dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Sejak menit awal, Thailand yang diasuh Anthony Hudson tampil lebih agresif. Sarach Yooyen membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Vietnam, Le Giang Patrick. Vietnam sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-37 lewat Nguyen Tai Loc, namun gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR mendeteksi offside. Chaiyaphon Otton kemudian memastikan kemenangan Thailand pada menit 90+2 dengan gol yang lepas dari jebakan offside.
Meski kalah dalam penguasaan bola, Thailand menunjukkan efisiensi luar biasa di depan gawang. Dari sembilan tembakan, tujuh di antaranya menemui sasaran, sementara Vietnam yang mendominasi possession justru kesulitan menembus rapatnya pertahanan Thailand. Statistik ini menegaskan bahwa kualitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
"Kami tahu Vietnam akan menguasai bola, tapi kami fokus pada transisi dan penyelesaian akhir. Para pemain menjalankan rencana dengan disiplin," ujar pelatih Thailand, Anthony Hudson, dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Vietnam, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Pelatih Kim Sang-sik terlihat frustrasi melihat anak asuhnya terus membentur pertahanan rapat Thailand. Meski memiliki peluang, The Golden Star gagal memanfaatkannya dengan baik. Hasil ini membuat Vietnam bergantung pada laga sisa dan berharap Thailand terpeleset saat menghadapi Filipina pada Jumat (2/10/2026).
Dari kacamata Indonesia, keberhasilan Thailand melaju ke final menjadi alarm bagi sepak bola nasional. Thailand konsisten menunjukkan kualitas di level regional, sementara Indonesia yang juga memiliki ambisi besar di ASEAN Cup harus belajar dari efisiensi dan mentalitas juara yang ditunjukkan Gajah Perang. Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue internasional, meski sebelumnya SUGBK disebut-sebut sebagai lokasi utama.
Ke depan, Thailand akan menghadapi Filipina di laga terakhir grup. Meski sudah memastikan tiket final, Thailand diprediksi tetap menurunkan kekuatan terbaiknya untuk menjaga momentum. Sementara itu, Vietnam harus bangkit dan berharap hasil lain berpihak kepada mereka. Pertanyaannya, mampukah Vietnam bangkit, atau akankah Thailand terus mendominasi sepak bola Asia Tenggara?



