Karhutla Jatim Mulai Reda, Operasi Pemadaman Terpusat di Kaki Gunung Ijen
Baca dalam 60 detik
- BPBD Jatim memastikan kebakaran di Gunung Bancak, Magetan, telah dipadamkan total, sementara titik api tersisa kini terpusat di Kawah Ilalang, Bondowoso.
- Luas lahan terdampak di Bondowoso diperkirakan mencapai 200 hektare, dengan medan terjal dan angin kencang menjadi kendala utama pemadaman manual.
- Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan karena cuaca kering berpotensi memicu titik api baru di kawasan rawan karhutla.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur berangsur mereda. Tim gabungan kini memusatkan seluruh upaya pemadaman pada titik api yang masih aktif di Kawah Ilalang, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowosoโtepat di kaki Gunung Ijen.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa kobaran api di Gunung Bancak, Kabupaten Magetan, yang sebelumnya menghanguskan lima hektare lahan, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Selasa (29/9) pukul 10.20 WIB. "Tidak ada lagi titik api maupun asap yang terpantau di lokasi tersebut," ujarnya.
Meski demikian, tantangan di Bondowoso jauh lebih berat. Kebakaran yang pertama kali muncul pada Minggu (27/9) itu diduga berasal dari lahan ladang warga yang kemudian cepat menjalar akibat vegetasi kering dan embusan angin kencang. Gatot memperkirakan luas area terdampak di Bondowoso mencapai sekitar 200 hektare.
Fokus operasi saat ini menyasar sisa titik api di area Petak 87A-B dan C-88 Dusun Curah Macan. Petugas gabungan dari BPBD, Perhutani, dan BKSDA Kawah Ijen harus berjuang ekstra keras karena medan yang terjal serta angin kencang yang sewaktu-waktu dapat memicu munculnya titik api baru.
"BPBD Jatim terus menyiagakan personel di lokasi rawan dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna memantau pergerakan api," tegas Gatot.
Kendala geografis menjadi faktor utama sulitnya pemadaman. Kawasan Kawah Ilalang berada di lereng gunung dengan akses terbatas, sehingga upaya manual menjadi pilihan utama. Angin kencang yang bertiup di kawasan pegunungan juga mempercepat penyebaran api, terutama saat vegetasi dalam kondisi kering.
Meski demikian, keberhasilan pemadaman di Magetan memberikan angin segar bagi tim gabungan. Kini seluruh kekuatan dikerahkan ke Bondowoso untuk mencegah perluasan area terbakar. Pemerintah daerah diminta terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan karhutla selama musim kemarau.
Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur menjadi peringatan serius akan pentingnya mitigasi dini. Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi pemicu utama. Diperlukan penegakan hukum yang tegas serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan api.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan tidak ada titik api baru yang muncul, terutama saat angin kencang masih berpotensi terjadi. Apakah upaya pemadaman di Kawah Ilalang akan segera tuntas, atau justru memicu masalah baru di kawasan pegunungan lain? Semua pihak berharap operasi ini dapat segera berakhir tanpa korban jiwa.



