Dennis Haskins, 'Principal Belding' dalam Saved by the Bell, Tutup Usia di 75 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Aktor Dennis Haskins, ikon sekolah fiksi Bayside High, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
- Kepergiannya diumumkan agen, sementara diagnosis Parkinson delapan tahun lalu baru terungkap lewat penghormatan bar karaoke langganannya.
- Warisan Haskins sebagai Mr. Belding tetap hidup, tetapi detail penyebab kematian masih menjadi tanda tanya publik.

Aktor Dennis Haskins, yang dikenal luas sebagai Principal Belding dalam serial remaja ikonik Saved by the Bell, meninggal dunia pada usia 75 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh agennya, Jay Schacher, pada Senin (28/9), yang menyebut kepergian Haskins sebagai "kehilangan tragis".
Haskins memerankan Principal Belding di keempat musim Saved by the Bell dan mengulangi perannya dalam spin-off Saved by the Bell: The New Class. Peran itu membuat namanya identik dengan sosok kepala sekolah di sekolah fiksi Bayside High, sebuah karakter yang melekat di hati generasi 1990-an.
Meski penyebab resmi kematian tidak diungkap ke publik, Dimples Karaoke Bar di Burbank, California, melalui unggahan di Instagram, mengungkap bahwa Haskins mengidap penyakit Parkinson. Diagnosis itu ia sembunyikan sekitar delapan tahun karena "tidak ingin mendapat perhatian". Bar tersebut juga menyebut Haskins meninggal pada 27 September.
"Dia tidak ingin harus memberi tahu orang lain. Dia akan berkata, 'Apa yang harus kukatakan?' Jadi saya menghormati keinginannya dan tetap diam, dan saya membantunya melewati perjalanan ke babak hidup berikutnya," tulis pihak Dimples Karaoke Bar.
Dalam penghormatan itu, Dimples mengenang Haskins sebagai pelanggan setia yang begitu mencintai tempat tersebut. "Dia sangat mencintai tempat ini dan orang-orangnya. Dia menikmati bernyanyi untuk orang lain, bertemu mereka, dan berfoto selfie dengan penggemarnya," lanjut pernyataan itu. Bar tersebut bahkan menutup usahanya sekitar 11 tahun lalu, namun Haskins tetap dikaitkan dengan tempat yang ia anggap sebagai "rumah kedua".
Schacher, yang mewakili Haskins selama lebih dari dua dekade, mengenang kliennya sebagai pribadi yang hangat. "Semua orang menyukai Mr. Belding, dan kami yang mengenal Dennis lebih mencintainya. Dia orang hebat, dan dia sangat mencintai penggemarnya. Dia selalu punya waktu untuk mereka," ujarnya kepada People. Schacher menambahkan bahwa ia merasa hancur atas kepergian sahabatnya.
Haskins memulai debut layar lewat The Dukes of Hazzard pada 1976. Sepanjang kariernya, ia juga muncul di sejumlah serial televisi seperti Mad Men, New Girl, dan Hot in Cleveland. Namun, peran Principal Belding-lah yang membuat namanya abadi di budaya pop.
Kabar duka ini juga sampai ke Indonesia. Bagi penggemar serial remaja era 90-an, Saved by the Bell adalah tontonan yang membentuk selera musik, gaya berpakaian, dan cara pandang terhadap kehidupan sekolah. Karakter Principal Belding sering dianggap sebagai representasi figur otoritas yang tegas namun penuh perhatianโsebuah arketipe yang jarang ditemui di layar kaca saat itu. Kepergian Haskins menjadi momen refleksi bagi generasi yang tumbuh besar dengan tawa dan drama Bayside High.
Meski tidak sepopuler bintang utama seperti Mario Lopez atau Tiffani Thiessen, Haskins adalah tulang punggung komedi serial tersebut. Chemistry-nya dengan para pemain muda membuat Principal Belding menjadi karakter yang tidak terlupakan. Reuni terakhirnya dengan para bintang Saved by the Bell terjadi pada 2015 di The Tonight Show, di mana ia kembali mengenakan setelan khas kepala sekolah dan disambut sorakan penonton.
Dengan kepergiannya, warisan Haskins sebagai aktor karakter yang mumpuni dan pribadi yang rendah hati akan terus dikenang. Namun, pertanyaan tentang bagaimana industri hiburan menghargai aktor pendukung yang telah membentuk sebuah era masih relevan. Apakah penghormatan seperti yang diberikan Dimples Karaoke Bar cukup mewakili rasa terima kasih publik, ataukah kita perlu lebih menghargai mereka saat masih hidup?



