Pertahanan Beton Timnas Indonesia Tahan Imbang Malaysia 0-0 di SUGBK
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
- Bermain dengan 10 orang sejak menit awal babak kedua, pertahanan Indonesia solid berkat penampilan impresif Maarten Paes, Justin Hubner, dan Elkan Baggott.
- Hasil ini membuat Indonesia tetap di posisi kedua Grup A dengan empat poin, sama seperti Malaysia, tetapi kalah selisih gol.

Timnas Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam. Hasil ini mempertahankan posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi empat poin, setara dengan Malaysia namun kalah selisih gol.
Laga berjalan sengit sejak awal. Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain selama sekitar satu jam setelah Thom Haye menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap Arif Aiman. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Malaysia untuk meningkatkan intensitas serangan, namun lini belakang Garuda tampil disiplin dan efektif meredam tekanan.
Meski bermain dengan 10 orang, pertahanan Indonesia tidak goyah. Tiga pemain menjadi pilar utama: Maarten Paes di bawah mistar, Justin Hubner di jantung pertahanan, dan Elkan Baggott yang tampil dominan. Penampilan mereka membuat Malaysia frustrasi dan gagal mencetak gol meski memiliki banyak peluang.
Maarten Paes kembali menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang. Sejak awal pertandingan, ia sudah harus bekerja keras menggagalkan peluang Malaysia. Umpan silang Faisal Halim kepada Bergson berhasil dipotong, begitu pula tembakan Arif Aiman. Setelah Indonesia kehilangan satu pemain, tekanan meningkat, tetapi Paes tetap tenang dan melakukan dua penyelamatan gemilang di menit-menit akhir untuk menjaga gawangnya tetap bersih.
Justin Hubner tampil sebagai tembok di lini belakang. Meski sempat mencetak gol yang dianulir karena pelanggaran lebih dulu, ia tetap fokus meredam pergerakan Arif Aiman. Beberapa kali ia melakukan tekel bersih dan menghalau bola di garis gawang. Perannya sebagai pemain terakhir sangat krusial dalam menghalau tembakan lawan yang mengarah ke gawang.
Elkan Baggott menjadi yang paling menonjol di antara ketiganya. Bek yang bermain untuk Millwall itu beberapa kali membaca permainan dengan intersep cerdas, termasuk memotong umpan terobosan Arif Aiman. Postur tubuhnya membuat Bergson dan Paulo Josue kesulitan melewatinya. Kepercayaan dirinya terlihat saat membawa bola dari lini belakang. Meski menerima kartu kuning di akhir laga, penampilannya tetap impresif.
"Ketangguhan Paes, Hubner, dan Baggott menjadi bagian penting dari perjuangan Timnas Indonesia untuk mengamankan hasil imbang ketika harus bermain dengan 10 pemain," demikian catatan pertandingan.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam lanjutan turnamen. Bermain dengan 10 pemain melawan rival tradisional dan tetap mampu menahan imbang tanpa kebobolan menunjukkan kualitas pertahanan yang solid. Namun, evaluasi tetap diperlukan, terutama dalam hal disiplin pemain dan efektivitas serangan. Pertanyaan besar kini muncul: mampukah Indonesia menjaga konsistensi dan meraih kemenangan di laga berikutnya?



