Dakota Johnson Bongkar Kedekatan dengan Taylor Swift: Obrolan True Crime hingga Rahasia Pernikahan
Baca dalam 60 detik
- Dakota Johnson mengaku sering berdiskusi soal true crime dengan Taylor Swift, yang dinilainya punya imajinasi unik.
- Keduanya terlibat dalam video musik 'Patient Zero' yang disutradarai Emmanuel Lubezki dan tayang perdana di MTV VMAs.
- Johnson juga hadir di pernikahan Swift-Kelce dan menegaskan tidak ada foto yang bocor ke publik.

Dakota Johnson mengungkapkan bahwa persahabatannya dengan Taylor Swift diperkuat oleh minat bersama pada genre true crime. Dalam wawancara dengan BBC Radio 1, aktris berusia 36 tahun itu menyebut bahwa obrolan mereka sering membahas berbagai topik, termasuk kejahatan nyata, yang kemudian mempengaruhi konsep video musik terbaru Swift, 'Patient Zero'.
Video tersebut, yang juga menampilkan Colin Farrell dan Cara Delevingne, disutradarai oleh Emmanuel Lubezki dan baru saja memulai debutnya di MTV Video Music Awards. Johnson berperan sebagai seorang wanita yang tampak terjebak dalam hubungan penuh kekerasan dengan karakter Farrell, sementara Swift tampil sebagai hantu istri mendiang pria itu. Menurut Johnson, proyek ini sudah lama direncanakan dan merupakan hasil dari kedekatan mereka.
Dalam wawancara itu, Johnson memuji Swift sebagai pribadi yang brilian. Ia menggambarkan isi pikiran Swift seperti 'taman ajaib yang rumit', terutama dalam membangun dunia cerita. Johnson juga mengaku tidak ragu menerima tawaran untuk terlibat karena persahabatan mereka. "Saya akan melakukan apa pun bersamanya; dia sangat menyenangkan," ujarnya.
Johnson juga sempat menyinggung pernikahan Swift dengan Travis Kelce yang digelar di Madison Square Garden pada Juli lalu. Ia menyebut acara itu sebagai 'kesenangan yang luar biasa' dan sangat mencerminkan kepribadian Swift. Ketika ditanya kemungkinan foto-foto pernikahan bocor ke publik, Johnson dengan tegas menjawab, "Tidak."
"Dengan video 'Patient Zero', saya bisa menjelajahi genre sinematik dan sastra yang saya cintai. Saya ingin memasukkan elemen cerita hantu gothic, true crime, dan thriller psikologis dalam latar yang belum pernah saya garap," tulis Swift di Instagram.
Swift secara terbuka berterima kasih kepada Johnson, Farrell, Delevingne, dan Lubezki atas kontribusi mereka. Ia menyebut pengalaman bekerja dengan Lubezki seperti 'urutan mimpi' dan mengaku belajar banyak dari sang sinematografer. Swift juga mengapresiasi penampilan Farrell sebagai antagonis, yang dinilainya semakin mengesankan ketika berada di dekatnya.
Dalam unggahan itu, Swift menjelaskan bahwa rumah dalam video tersebut merupakan metafora dari hubungan yang dingin dan telah usang. Ia juga berterima kasih kepada desainer produksi Ethan Tobman dan editor Chancler Haynes. Menurutnya, MTV VMAs adalah tempat yang tepat untuk memulai debut video karena ajang itu menjadi awal mula budaya musik video.
Bagi penggemar di Indonesia, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana batas antara musik, film, dan sastra semakin tipis. Video musik tidak lagi sekadar pelengkap lagu, tetapi menjadi karya sinematik yang mampu menyatukan berbagai genre. Fenomena ini juga tercermin di industri kreatif Tanah Air, di mana musisi dan sineas semakin sering berkolaborasi untuk menghasilkan karya visual yang mendalam.
Ke depan, apakah kolaborasi lintas disiplin seperti ini akan menjadi standar baru dalam industri hiburan global? Atau justru menjadi proyek eksklusif yang hanya bisa dilakukan oleh artis papan atas? Yang jelas, langkah Swift dan Johnson telah membuka ruang diskusi tentang potensi narasi visual yang lebih kompleks.



