Sian Welby Menangis Usai Audisi Strictly Come Dancing: "Prosesnya Sangat Melelahkan"
Baca dalam 60 detik
- Sian Welby mengaku sempat menangis setelah menjalani audisi ketat untuk posisi pembawa acara Strictly Come Dancing.
- Meski gagal mendapatkan peran, ia mengaku lega dan mendukung Emma Willis yang terpilih sebagai host baru.
- Presenter berusia 40 tahun itu terbuka untuk ikut sebagai kontestan atau tampil di acara realitas lain seperti I'm A Celebrity.

Presenter Capital Breakfast, Sian Welby, mengungkapkan bahwa ia sempat menangis setelah menjalani audisi yang sangat melelahkan untuk menjadi pembawa acara Strictly Come Dancing. Proses seleksi yang berlangsung selama dua setengah jam itu membuatnya kewalahan secara emosional.
Welby termasuk sejumlah nama terkenal yang dipertimbangkan untuk menggantikan Claudia Winkleman dan Tess Daly sebagai host acara hiburan BBC tersebut. Dalam wawancaranya dengan OK! magazine, ia menyebut pengalaman itu sebagai sebuah kehormatan, tetapi juga menguras tenaga. "Saya keluar dari ruang audisi, masuk ke mobil, dan langsung menangis. Itu karena adrenalin. Saya belum pernah berkonsentrasi sekeras itu atau ingin membuat orang terkesan sebesar itu," ujarnya.
Meskipun tidak terpilih, Welby mengaku tetap mendukung Emma Willis yang kini dipercaya menjadi salah satu pembawa acara bersama Josh Widdicombe dan Johannes Radebe. "Emma luar biasa. Saya tidak bisa berkata buruk tentangnya. Kami tidak saling mengenal secara mendalam, tapi setiap kali bertemu, dia tampak menyenangkan," kata Welby.
Menariknya, Welby mengaku hanya mengingat sedikit detail audisinya. "Saya tidak yakin apakah penampilan saya bagus atau justru bencana. Setelahnya, saya hampir tidak ingat apa pun. Rasanya seperti syok," tuturnya. Ia juga mengaku sangat ingin menunjukkan kemampuannya, namun sadar bahwa itu bukan waktunya.
Di usia yang baru menginjak 40 tahun, Welby mengakui bahwa usia terasa menua. "Saya tahu ada orang yang membuat usia palsu dan itu menakutkan. Anda punya ketakutan, tapi saya tahu siapa saya. Saya tidak bisa berpura-pura ini tidak terjadi," ujarnya. Meski demikian, ia belum mempertimbangkan Botox dan percaya bahwa perempuan tidak harus selalu mengejar kemudaan. "Anda bisa melakukan apa pun yang Anda mau, operasi atau apa pun, tapi Anda tidak harus melakukannya," tegasnya.
"Saya benar-benar ingin menunjukkan bahwa saya bisa melakukan pekerjaan itu," kenang Welby.
Kegagalan mendapatkan posisi host tidak menyurutkan minatnya untuk terlibat dalam dunia hiburan. Ia terbuka untuk menjadi kontestan Strictly Come Dancing, meski dengan nada bercanda ia menyebut dirinya bisa jadi peserta yang "dalam perjalanan" atau justru "mengerikan". Selain itu, ia juga mempertimbangkan untuk ikut serta dalam acara I'm A Celebrity... Get Me Out Of Here! karena tertarik pada persahabatan dan cerita yang terjalin di sana.
Bagi industri hiburan Indonesia, kisah Welby menjadi cerminan betapa kompetitifnya seleksi untuk acara televisi besar. Proses audisi yang melelahkan dan penuh tekanan psikologis sering kali tidak terlihat oleh penonton. Hal ini juga mengingatkan bahwa di balik layar, para presenter dan artis menghadapi tantangan emosional yang tidak kecil. Di Indonesia sendiri, ajang pencarian bakat dan posisi host acara besar seperti Indonesian Idol atau The Voice juga melalui tahapan seleksi ketat yang bisa memengaruhi kesehatan mental para pesertanya.
Ke depan, apakah Sian Welby akan benar-benar terjun sebagai kontestan Strictly Come Dancing atau malah muncul di hutan I'm A Celebrity? Publik tampaknya masih menantikan langkah berikutnya dari presenter yang dikenal blak-blakan ini.



