Herdman Puji Mentalitas Garuda Usai Ditahan Malaysia: Kami Butuh Dukungan Lagi
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026).
- Pelatih John Herdman mengapresiasi perjuangan pemain yang tampil dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak pertama setelah Thom Haye diusir wasit.
- Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A di SUGBK, Kamis (1/10/2026); Herdman berharap suporter kembali memberikan dukungan penuh.

Timnas Indonesia harus puas berbagi angka dengan Malaysia setelah pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). Hasil ini membuat langkah Skuad Garuda ke fase berikutnya belum pasti, meski pelatih John Herdman menegaskan bahwa semangat juang para pemainnya layak mendapat apresiasi tersendiri.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Indonesia kehilangan Thom Haye yang menerima kartu merah pada pertengahan babak pertama. Bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari satu jam, Herdman menilai para pemainnya menunjukkan karakter yang jarang terlihat pada laga-laga sebelumnya. "Kami sedang membangun ikatan persaudaraan di sini. Para pemain rela berjuang meski cedera, berjuang demi tujuan bersama, apalagi dengan dukungan luar biasa dari para penggemar," ujar Herdman dalam sesi konferensi pers selepas laga.
Pelatih asal Inggris itu tidak menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, para pemain mengerahkan segala kemampuan di lapangan, terutama setelah kehilangan satu pemain. "Mereka berjuang bahu-membahu. Itulah yang terjadi. Saya bangga pada mereka. Sungguh bangga pada mereka secara pribadi. Mereka mengerahkan segalanya malam ini," tambahnya.
Dukungan suporter menjadi sorotan tersendiri. Stadion Utama Gelora Bung Karno terisi penuh, dengan tiket yang disediakan panitia terjual habis. Herdman mengaku merasakan energi dari tribun, terutama pada 20 menit terakhir pertandingan. "Saat saya mendengar dan merasakan kembali energi itu di 20 menit terakhir... sungguh luar biasa. Itu adalah faktor pembeda yang nyata bagi negara ini, bagi para pemain kita," katanya.
"Kami bersiap untuk pertandingan hebat berikutnya. Mereka akan menghadapi Singapura, lawan yang tangguh. Tapi kami juga punya kesempatan melawan Bangladesh, dan kami sangat antusias menyambutnya. Bagi para penggemar, setidaknya ada satu pertandingan lagi yang bisa mereka nantikan dengan penuh semangat. Kita butuh dukungan itu lagi."
โ John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia
Dalam konferensi pers tersebut, Herdman juga menegaskan tidak ada perbedaan antara pemain lokal dan diaspora. Semuanya merupakan bagian dari Timnas Indonesia. Pernyataan ini sekaligus meredam potensi polemik yang kerap muncul di tengah masyarakat menjelang laga-laga penting.
Dari kacamata kompetisi, hasil imbang ini memperlihatkan bahwa timnas masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal konsistensi dan disiplin. Kartu merah Thom Haye menjadi catatan penting, karena bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama tentu menyulitkan upaya membangun serangan. Meski demikian, pertahanan Indonesia mampu menahan gempuran Malaysia hingga peluit panjang.
Bagi para penggemar sepak bola nasional, laga melawan Bangladesh pada Kamis (1/10/2026) menjadi penentu. Kemenangan akan membuka peluang lebih besar untuk melaju ke babak berikutnya, sementara hasil imbang atau kekalahan bisa membuat posisi Indonesia bergantung pada hasil pertandingan lain. Herdman pun berharap dukungan serupa kembali hadir di SUGBK.
Pertanyaan yang tersisa: mampukah Skuad Garuda memanfaatkan tekanan menjadi motivasi, atau justru kembali terjebak dalam inkonsistensi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.



