Mancini Akui 'Kontrak Ganda' di Manchester City, Tegaskan Bukan Urusannya
Baca dalam 60 detik
- Mantan pelatih Manchester City, Roberto Mancini, secara tersirat membenarkan adanya perjanjian ganda selama ia menangani klub tersebut.
- Pernyataan ini muncul setelah City dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League, memicu spekulasi luas di jagat sepak bola Inggris.
- Kasus ini berpotensi menjadi skandal terbesar dalam sejarah Premier League dan dapat berdampak pada regulasi keuangan klub di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Roberto Mancini, mantan manajer Manchester City yang kini menangani tim nasional Italia, secara terbuka mengakui keberadaan "kontrak ganda" semasa ia melatih The Citizens. Pengakuan ini mencuat setelah klub tersebut dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan keuangan Premier League, menjadikannya salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Dalam konferensi pers di Turki menjelang pertandingan Nations League, Mancini menegaskan bahwa isu tersebut bukanlah masalah yang mengganggu pikirannya. "Itu bukan masalah yang menyangkut saya," ujarnya. "Lagipula, ini bukan hal baru, karena setiap empat atau lima tahun hal ini selalu muncul. Manchester City tidak bersalah dan fakta adanya kontrak ganda bukanlah masalah saya, melainkan masalah mereka."
Pernyataan Mancini merujuk pada laporan majalah Jerman, Der Spiegel, pada 2018 yang mengungkap bukti bahwa ia menggandakan gaji pokoknya sebesar ยฃ1,45 juta untuk memberikan jasa konsultasi kepada sebuah klub di Abu Dhabi. City didakwa gagal memberikan rincian akurat terkait pembayaran pemain dan manajer antara musim 2009-10 hingga 2017-18.
Manchester City sendiri membantah semua tuduhan dan menegaskan bahwa kasus dengan Premier League masih "berjalan." Ketua klub, Khaldoon Al Mubarak, dalam surat kepada para penggemar pada Sabtu lalu, menegaskan kembali keyakinan mereka akan innocence klub. "Proses Premier League masih panjang, dan kepercayaan serta tekad kami untuk membuktikan bahwa klub tidak bersalah sama kuatnya seperti saat semua ini dimulai," tulisnya.
"Ini bukan masalah yang menyangkut saya. Lagipula, ini bukan hal baru, karena setiap empat atau lima tahun hal ini selalu muncul. Manchester City tidak bersalah dan fakta adanya kontrak ganda bukanlah masalah saya, melainkan masalah mereka." - Roberto Mancini
Kasus ini tidak hanya berdampak pada Manchester City, tetapi juga berpotensi mengguncang lanskap sepak bola Eropa. Pelanggaran aturan keuangan dapat memicu tuntutan hukum, sanksi berat, hingga perubahan regulasi yang lebih ketat. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi cerminan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan di klub-klub sepak bola nasional, terutama menjelang implementasi aturan Financial Fair Play versi domestik yang tengah digodok PSSI.
Jika City terbukti bersalah, sanksi yang dijatuhkan bisa berupa pengurangan poin, larangan transfer, atau denda besar. Hal ini tentu akan mempengaruhi daya saing mereka di Premier League dan kompetisi Eropa. Lebih jauh, preseden ini dapat mendorong liga-liga lain, termasuk Liga 1 Indonesia, untuk memperketat pengawasan terhadap aliran dana dan kepatuhan klub.
Mancini, yang membawa City meraih gelar FA Cup pada 2011, dipecat pada 2013 setelah kekalahan mengejutkan dari Wigan di final Piala FA. Kini, ia harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit tentang masa lalunya di City, sementara klub berusaha keras membersihkan nama mereka. Publik sepak bola dunia menanti kelanjutan kasus ini, yang bisa menjadi titik balik dalam sejarah penegakan aturan keuangan di sepak bola modern.



