FEVM FA80G: Mini PC 2,6 Liter dengan Ryzen 9 9950X3D dan RTX 5090, Harga Rp50 Jutaan
Baca dalam 60 detik
- FEVM memperkenalkan FA80G, komputer mini 2,6 liter yang menggabungkan prosesor desktop AMD Ryzen 9 9950X3D dan GPU Nvidia RTX 5090 Laptop 24GB.
- Spesifikasi ini menempatkan FA80G sebagai salah satu mini PC paling bertenaga untuk gaming Windows, meski harga dasarnya sekitar US$3.300 (Rp50 jutaan) belum termasuk RAM dan penyimpanan.
- Kehadiran perangkat ini berpotensi mengguncang pasar PC kompak di Indonesia, terutama bagi kreator konten dan gamer yang menginginkan performa desktop dalam ukuran mungil.

FEVM resmi meluncurkan FA80G, sebuah komputer mini berukuran 2,6 liter yang mengemas prosesor desktop AMD Ryzen 9 9950X3D dan GPU Nvidia RTX 5090 Laptop dengan memori 24GB. Langkah ini menandai upaya produsen perangkat kompak menantang batas performa yang biasanya hanya ditemukan di menara PC besar.
Berbeda dari mini PC kebanyakan yang mengandalkan chip mobile, FA80G dibangun di atas platform desktop AM5. Prosesor andalannya memiliki 16 inti, frekuensi hingga 5,7GHz, dan cache 144MB berkat teknologi 3D V-Cache. FEVM mengizinkan CPU menyerap daya hingga 90W, sementara GPU RTX 5090 Laptop mendapat jatah hingga 150W. GPU tersebut membawa 10.496 inti CUDA, memori GDDR7 24GB, dan bandwidth 896GB/s, serta mendukung ray tracing perangkat keras, DLSS 4, dan Multi Frame Generation.
Dari sisi ekspansi, FA80G menyediakan dua slot DDR5 yang mampu menampung hingga 128GB RAM dan dua konektor M.2 2280 untuk penyimpanan hingga 4TB. Sistem pendinginnya memisahkan jalur CPU dan GPU, masing-masing dengan empat heat pipe. FEVM mengklaim tingkat kebisingan saat beban penuh hanya 42dB, dengan suhu CPU di bawah 85ยฐC dan GPU di bawah 80ยฐC. Konektivitasnya meliputi HDMI 2.0, HDMI 2.1, dua DisplayPort 2.0, USB-C, USB-A, pembaca SD, dan dual 2.5GbE.
Jika dibandingkan dengan Apple Mac Studio M5 Ultra, FA80G mengambil pendekatan berbeda. Mac Studio unggul dalam kapasitas memori terpadu hingga 512GB dan bandwidth 1,2TB/s, serta memiliki 36 inti CPU dan 80 inti GPU. Namun, untuk urusan gaming, kombinasi CPU dan GPU Windows di FA80G lebih langsung didukung oleh ekosistem PC. Dukungan DLSS 4 dan frame generation menjadi nilai tambah bagi gamer yang menginginkan performa tinggi dalam format ringkas.
"FA80G adalah salah satu mini PC paling agresif dari sisi spesifikasi untuk ukuran 2,6 liter," ujar seorang analis perangkat keras, menekankan bahwa perangkat ini menyatukan prosesor desktop dan GPU mobile kelas atas.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran FA80G membuka peluang bagi konsumen yang membutuhkan komputer bertenaga namun hemat ruang. Kreator konten, editor video, dan gamer profesional yang sering bekerja dari studio kecil atau apartemen bisa mempertimbangkan perangkat ini. Namun, harga dasar sekitar US$3.300 (setara Rp50 jutaan) belum termasuk RAM dan SSD, sehingga total biaya bisa membengkak. Distribusi resmi di Indonesia juga belum jelas, sehingga calon pembeli harus bersiap dengan impor mandiri dan garansi terbatas.
Pasar mini PC di dalam negeri sendiri didominasi merek seperti Intel NUC dan ASUS PN series, yang umumnya mengusung chip mobile. Kehadiran FA80G dengan prosesor desktop bisa menjadi pembeda, tetapi juga menuntut pasokan daya dan pendinginan yang lebih baik. Jika FEVM mampu menembus pasar Asia Tenggara, persaingan di segmen high-end mini PC diprediksi menghangat.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah FEVM akan menyediakan varian dengan harga lebih terjangkau atau menjalin kemitraan dengan distributor lokal. Tanpa langkah tersebut, FA80G berisiko hanya menjadi produk niche yang dinikmati segelintir pengguna. Namun, jika berhasil, ini bisa menjadi titik balik bagi adopsi mini PC performa tinggi di Indonesia.



