Gattuso Minta Maaf usai Lazio Tersingkir di Coppa Italia: 'Kami Dapat Pukulan di Wajah'
Baca dalam 60 detik
- Lazio secara mengejutkan takluk 0-2 dari Mantova, klub Serie B, di babak 64 besar Coppa Italia.
- Pelatih Gennaro Gattuso meminta maaf kepada suporter dan mengakui timnya belum siap secara taktik.
- Kekalahan ini memunculkan pertanyaan tentang arah proyek Lazio di bawah Gattuso, terutama di tengah bursa transfer.

Lazio harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Mantova, klub kasta kedua Liga Italia, dengan skor 0-2 di Stadio Olimpico, Minggu (1/12/2024). Kekalahan ini memastikan langkah tim ibu kota terhenti di babak 64 besar Coppa Italia, sebuah hasil yang langsung memicu kritik tajam dari suporter dan pemerhati sepak bola Italia.
Pelatih Gennaro Gattuso tidak menampik kekecewaan yang mendalam. Dalam wawancara dengan Sportmediaset, ia menyebut timnya bagaikan "menerima pukulan di wajah" dan meminta maaf secara terbuka kepada para pendukung. "Kami mendapat pukulan, dan saya menanggungnya. Sekarang, kepala tertunduk dan terus bekerja," ujar Gattuso, yang baru menukangi Lazio selama kurang lebih 40 hari.
Yang membuat hasil ini semakin perih adalah kontras dengan pencapaian musim lalu, ketika Lazio sukses menembus partai final Coppa Italia. Kini, mereka harus angkat koper lebih awal di hadapan publik sendiri. Gattuso mengakui bahwa timnya tampil setengah hati, terutama di babak pertama. "Kami punya beberapa peluang, tetapi di babak pertama kami hanya melakukan segalanya setengah-setengah; kami tidak agresif," keluhnya.
Mantan pelatih AC Milan dan Napoli ini menegaskan bahwa para pemain sebenarnya bekerja keras, tetapi waktu yang singkat menjadi kendala utama. "Dalam 40 hari, sulit untuk menyerap ide-ide baru. Malam ini kami merasakan pukulan itu. Kami tahu fans tidak senang, dan kami berharap bisa membalikkan keadaan," tambahnya.
Di tengah tekanan, Gattuso menolak membahas bursa transfer. Padahal, Lazio baru saja mengumumkan perekrutan Davide Frattesi, yang sempat diturunkan pada menit ke-71 dalam laga tersebut. "Saya tidak ingin membicarakannya, karena akan terlalu mudah untuk fokus pada apa yang kurang dari tim ini," tegas Gattuso, menutup sesi wawancara.
Kekalahan ini menjadi ujian berat bagi Gattuso, yang ditunjuk untuk membangun kembali kejayaan Lazio. Sejumlah analis menilai bahwa masalah Lazio bukan hanya pada taktik, tetapi juga mentalitas dan kedalaman skuad. Mantova, yang notabene tim kasta kedua, tampil lebih berani dan efektif memanfaatkan peluang. Hal ini menjadi alarm bagi manajemen Lazio untuk segera bergerak di bursa transfer Januari.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh kejutan dan tidak ada jaminan kemenangan bagi tim besar. Lazio, yang kerap menjadi langganan kompetisi Eropa, harus segera bangkit jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kekecewaan. Pertanyaan besarnya: mampukah Gattuso mengembalikan kepercayaan diri tim dan suporter sebelum terlambat?



