Saham SK Hynix Melonjak 5% Setelah Enam Broker Memberi Rating Positif: Dominasi AI Memori Kian Diakui
Baca dalam 60 detik
- Enam sekuritas global memulai cakupan analitis untuk SK Hynix dengan rekomendasi beli, mendorong saham ADR-nya naik 5% di bursa AS.
- Lonjakan ini terjadi meski harga saham masih 16% di bawah level listing perdana, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang AI.
- Target harga tertinggi dari Rosenblatt Securities mencapai $320, mengindikasikan potensi apresiasi signifikan di tengah ekspektasi siklus super industri memori.

Saham SK Hynix yang baru tercatat di bursa Amerika Serikat melonjak 5% pada Selasa (4/8) setelah enam firma sekuritas memulai cakupan analitis dengan rekomendasi beli. Langkah ini dipicu oleh keyakinan para analis akan dominasi perusahaan asal Korea Selatan tersebut di pasar memori kecerdasan buatan (AI) yang tengah meledak, sekaligus aksesnya yang semakin luas ke basis investor global.
American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix, yang listing utamanya di Seoul, ditutup menguat ke level $150,08. Namun, harga tersebut masih 16% di bawah harga perdana pada 10 Juli lalu, akibat koreksi tajam di sektor semikonduktor beberapa pekan terakhir. Perusahaan sebelumnya menetapkan harga ADR $149 untuk listing sekunder dan berhasil mengumpulkan dana sekitar $26,5 miliar, disambut antusiasme investor terhadap chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang menjadi tulang punggung infrastruktur AI.
Belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI telah mendorong permintaan HBM, menaikkan harga, dan menjadikan produsen memori sebagai pemain kunci dalam ledakan AI. Enam sekuritas, termasuk BofA Global Research, memulai cakupan dengan rating setara 'beli'. Rosenblatt Securities bahkan memasang target harga tertinggi di $320, mencerminkan keyakinan akan pertumbuhan berkelanjutan.
Bank of America bertindak sebagai underwriter untuk penawaran sekunder ini, bersama Citigroup, Goldman Sachs, dan J.P. Morgan. Para analis William Blair menilai listing di AS membuka peluang bagi SK Hynix untuk menilai ulang sahamnya mendekati pesaingnya, Micron, yang berbasis di AS. "Kami percaya listing AS memberikan kesempatan bagi saham SKHY untuk re-rating lebih dekat dengan rivalnya di AS, yang seharusnya berlipat ganda dengan re-rating struktural yang lebih kuat didorong oleh visibilitas jangka panjang dan keterkaitan erat dengan pasar AI dan pusat data," ujar mereka.
Namun, sambutan positif ini kontras dengan laporan laba terbaru perusahaan yang dirilis beberapa hari setelah listing. SK Hynix mencatat laba kuartalan rekor, tetapi meleset dari perkiraan analis akibat penundaan pengiriman produk memori canggih. Hal ini memunculkan kekhawatiran tentang laju belanja terkait AI. BofA menilai SK Hynix masih undervalued, mengutip pesanan kuat dari perusahaan teknologi AS, kepemimpinan di chip memori kelas atas, dan ekspektasi pendapatan 'super-cycle' seiring belanja infrastruktur AI yang terus meningkat.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini memberikan sinyal penting. Investasi besar di AI global berpotensi meningkatkan permintaan produk elektronik dan komponen, yang pada akhirnya memengaruhi rantai pasok regional. Indonesia, sebagai pasar konsumen teknologi yang besar, bisa merasakan dampak tidak langsung melalui harga perangkat dan ketersediaan produk. Namun, fluktuasi saham semikonduktor juga mengingatkan akan volatilitas sektor teknologi yang perlu dicermati investor lokal.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah momentum kenaikan ini dapat bertahan di tengah kekhawatiran perlambatan belanja AI. Dengan target harga yang bervariasi, pasar akan terus menguji konsistensi eksekusi SK Hynix dalam memenuhi permintaan HBM. Apakah perusahaan mampu mengatasi hambatan produksi dan mempertahankan posisi dominannya? Jawabannya akan menentukan arah saham dalam beberapa bulan mendatang.



