Pasar Transfer Memanas: PSG dan Juventus Saling Gebuk, Mancini Minta Maaf
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan PSG dengan Randal Kolo Muani senilai 38 juta euro plus bonus mendekati final, menandai perburuan panjang untuk pengganti nomor 9.
- Juventus mengincar bintang muda Bosnia Alajbegović dan kiper Jepang Suzuki, dengan negosiasi yang melibatkan mantan pemain Pjanic dan persyaratan kualifikasi Eropa.
- Roberto Mancini secara terbuka meminta maaf kepada publik Italia atas masa lalunya dan berjanji akan membawa trofi bersama tim nasional, menandai era baru rekonsiliasi.

Pasar transfer musim panas Eropa kembali bergolak. Paris Saint-Germain (PSG) dikabarkan hampir mengunci transfer Randal Kolo Muani dengan nilai mencapai 38 juta euro ditambah 12 juta euro dalam bentuk bonus. Langkah ini menjadi prioritas Les Parisiens setelah perburuan panjang untuk mengisi pos nomor 9 yang ditinggalkan. Sementara itu, Juventus tidak tinggal diam dengan menyiapkan kejutan untuk merekrut bakat muda Bosnia, Alajbegović.
Menurut laporan yang beredar, PSG telah mengajukan kontrak lima tahun kepada Muani dan tinggal menunggu penyelesaian administrasi. Nilai transfer tersebut dianggap sepadan dengan potensi sang penyerang yang musim lalu tampil impresif bersama Eintracht Frankfurt. Di sisi lain, Juventus bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Alajbegović, pemain berusia 18 tahun yang juga dibidik Chelsea dan Atalanta. Kehadiran mantan pemain Juventus, Miralem Pjanic, disebut menjadi kunci dalam negosiasi untuk meyakinkan sang pemain.
Manuver Juventus tidak berhenti di situ. Klub asal Turin itu juga serius mendatangkan kiper Jepang, Zion Suzuki, yang saat ini menjadi prioritas utama untuk posisi penjaga gawang. Suzuki dikabarkan mendorong keinginannya untuk bergabung dengan Bianconeri meskipun ada pesaing lain. Di lini belakang, Juventus juga mengamankan bek Ceko, Perri, dan telah menurunkan duet Comuzzo-Comert di sesi latihan. Dengan skema ini, Juventus berharap dapat memperkuat skuad untuk bersaing di Serie A dan Liga Champions.
Di luar urusan transfer, Roberto Mancini kembali menjadi sorotan. Pelatih tim nasional Italia itu secara terbuka meminta maaf atas kesalahan di masa lalu dan berjanji akan membawa trofi untuk Gli Azzurri. Dalam pernyataannya, Mancini mengaku telah belajar dari kehilangan orang terdekat dan kini fokus untuk memenangkan satu atau dua piala. Sementara itu, Claudio Ranieri menyebut capaiannya bersama Leicester City sebagai mahkota kariernya. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan publik yang masih mengingat kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena beberapa pemain yang disebut memiliki darah Asia atau keturunan. Suzuki, misalnya, adalah kiper muda Jepang yang sudah malang melintang di kompetisi Eropa. Kehadirannya di Juventus bisa menjadi jembatan bagi talenta Asia lainnya. Selain itu, rivalitas antara PSG dan Juventus di bursa transfer kerap mempengaruhi nilai pasar pemain Asia Tenggara yang mulai dilirik klub Eropa.
Dengan jendela transfer yang masih terbuka hingga akhir Agustus, masih banyak kemungkinan kejutan. Apakah Juventus mampu mengamankan semua targetnya? Bisakah Mancini benar-benar memenuhi janjinya? Pasar transfer musim panas ini menjadi cerminan sejauh mana ambisi klub-klub besar Eropa untuk meraih supremasi di kompetisi domestik dan Eropa.



